water runs dry

Aku pernah menjadi sahabatmu, adikmu, pacarmu, sekarang mau kamu jadikan aku apa?

Lina selesai mengirim pesan pada Dika. Ia menghapus air mata yang membasahi kedua pipinya.

Kamu mungkin tak akan pernah menyangka jika satu kebetulan kecil jika terhubung dengan kebetulan kecil yang lain akan berakhir menjadi kejadian luar biasa.

Kebetulan pertama adalah hari sedang hujan; Ia, Dika, dan Putri duduk bersama di depan kosnya. Karena iba, Lina meminta Dika mengantar pulang Putri, teman SMP Dika dan kini teman sekelas Lina di bangku kuliah.

Kebetulan kedua, Putri tidak pernah sekalipun diantar pulang lelaki. Sekalinya diantar pulang, Ibunya bertanya padanya, “Inikah lelaki yang kamu idamkan, Nak?” Dan tak disangka Putri mengangguk.

Kebetulan ketiga datang sehari setelahnya. Orang tua Dika tidak menaruh hati pada Lina, karena selain berasal dari kelas yang berbeda (Lina dari keluarga berada), juga karena sikap Lina yang entah kenapa tidak berkenan di hati orang tua Dika.

Beberapa hari berikutnya, kebetulan selanjutnya datang; keluarga besar Putri mengunjungi rumah Dika untuk menyampaikan bahwa putrinya jatuh hati pada putra tuan rumah.

Coba lihat, apakah yang selanjutnya masih akan disebut kebetulan? Orang tua keduanya saling cocok dan terjadilah perjodohan. Dua bulan berikutnya keduanya menikah.

Sudah 8 tahun Lina dan Dika menjalin hubungan. Mulai dari sebatas sahabat saat mereka berdua sama- sama berpasangan, hingga akhirnya memutuskan pasangan masing- masing karena merasa ada kecocokan satu sama lain. Kini?

Lina mengambil handphonenya yang berdering, sebuah pesan masuk.

Mas sayang adek, kangen dimanjain, kangen sama adek. Lina jangan ngambek ya, temenin mas ya?

Lina enggan membalasnya, sudah beberapa bulan ia seperti ini. Berharap melepas tapi tak kuasa. Bertahan, tapi setiap malam air matanya tumpah membayangkan apa yang sedang dilakukan kekasihnya dengan orang lain di sana. Apalagi yang bisa ia lakukan?

Pernah ia memaki Putri habis- habisan, tapi toh nyatanya pernikahan itu tetap berlangsung. Justru kini ia yang sering mendapat teror dari Putri dan keluarga besarnya agar mejauhi Dika. “Oh, kalian tahu apa?” Jawabnya selalu.

Adek… Balas ya smsnya. Bentar lagi mas ke sana ya?

Lina membaca satu pesan lagi yang masuk. Ia tersenyum, bangkit, dan berdandan.

Terinspirasi dari kisah nyata.😀 Ohya, lagunya (dan judulnya) barangkali tidak cocok. Tapi, entah mengapa saya merasa ada sepenggal yang nyangkut.

Now they can see the tears in our eyes
But we deny the pain that lies deep in our hearts
Well maybe that’s a pain we can’t hide
Cause everybody knows that we’re both torn apart
Why do we hurt each other
Why do we push love away

Let’s don’t wait till the water runs dry

12 thoughts on “water runs dry

  1. Saya suka Boyce Avenue sejak…. umm.. sejak…. lupa, haha saking lamanya. Pokoknya sejak saya masih awal-awal kuliah, mungkin 2-3 tahun yanng lalu😀

    Btw, kok rasa-rasanya aku jadi benci Dika yaaa…

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s