hei..

Oh.. Aku hanya bisa mengira- ngira sedang apakah kau disana. Mungkin sedang mengecat rumah. Atau sedang membantu mengangkat batu bata dapur saudara. Atau entahlah… Yang jelas bukan sedang menimang ponsel dan berharap ada sebuah pesan masuk.

Aku mengerti bahwa jarak terjauh bukanlah langkah, tapi ego. Ya, aku tahu. Dan saat aku menanggalkannya, apa yang ku dapat? Ahh.. Lupakan.

Tapi.. Tapi.. Tapi.. Tunggu, aku ingin bercerita sebentar. Aku mengira, akan ada balasan hangat, bukan.

30 menit pertama,aku menyiapkan belasan kata tanya untuk memancing pembicaraan.

30 menit berikutnya, aku sudah berpikir umpatan untuk pesan permintaan maaf yang kukirimkan.

2 jam selanjutnya, aku bersedih karena memang benar- benar tak kau pedulikan.

1 jam aku tertidur.

2 jam berikutnya, ku ketik pesan singkat : Hei, masih hidupkah? -belum sempat kukirimkan.

Menit berikutnya, pesanmu masuk.

Oke kumaafkan, siapa aku berhak marah saat kau acuhkan?

Selamat tinggal.

3 thoughts on “hei..

  1. bahkan saat mau mengirimkan pesan singkatpun udah diuji keihklasan memaafkannya ya🙂

    maaf lahir bathin ya mbak dan selamat berlebaran..🙂

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s