diam

Aku berduka, karena kita jauh.

Atau karena aku yang tak bisa jauh?

Kemana perginya serpihan waktu yang terkoyak saat kita berlari?

Aku ingin mengumpulkan remahnya.

Karena di semesta kita,

sudah tak ada lagi irisan antara kamu dan aku.

Hingga saat rindu ini telah sampai pada puncaknya,

aku hanya ingin diam.

Diam yang tak lagi menunggu.

Tak lagi menunggu.

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s