it was never your fault

Kamu kenapa?

Aku hanya sedikit lelah. Aku sering sekali terbangun di tengah malam karena mimpi buruk. Kau pernah?

Sesekali, tapi aku segera tertidur lagi pada hitungan ke 10 atau mungkin hanya sampai ke 3. Hehehe…

Sayangnya aku tidak.

Ahh.. Mungkin mimpimu terlalu menyeramkan. Seberapa buruk itu?

Kekasihku mencoba membunuhku setiap kali dan belakangan ini bertambah mengerikan. Ia mendorongku ke jurang, memenggal kepalaku, menikamku. Entahlah.

Itu hanya mimpi, tenanglah.

Kukira begitu. Semalam aku bermimpi ia menyembunyikan ponselnya dariku. Aku tidak pernah terpikir untuk membuka ponselnya tapi hal itu justru membuatku penasaran.

Rasanya itu sama sekali tidak terdengar menakutkan.

Iya, sampai aku tahu itu menjadi kenyataan.

Kau mengambil ponselnya untuk memastikan?

Tidak. Tentu saja. Dan aku benci kenapa itu terlihat olehku, nama- nama perempuan.

Karena kau mencari.

Mungkin. Kau tahu, terkadang aku merasa berada di titik yang paling seimbang antara bertahan dan menyerah. Aku ingin memilih salah satu. Aku hanya ingin diyakinkan bahwa aku tidak salah pilih. Itu saja.

Kukira kau sudah cukup lama menyerah.

Tidak. Belum. Aku bertahan, bahkan ketika ia membalas pesan seorang perempuan saat aku berbaring di sebelahnya. Bukan siapa- siapa katanya, hanya saja aku belum terbiasa. Aku juga cukup kuat untuk tetap diam beberapa hari diacuhkan setelah seharian tidur dengannya.

Ahh.. Jangan menangis, kumohon. Bisakah aku membantu?

Kau sangat membantu. Aku hanya ingin bercerita.

Jadi apa kau masih berada di titik yang paling seimbang? Maksudku setelah semua ini, setelah kau bercerita padaku sekarang.

Kukira tidak.

Kau sudah memilih?

Sudah. Ia membantuku memilih.

Ohya?

Tentu saja..

Oh, jangan melihatku seperti itu.. Aku tidak memaksa. Kau tidak perlu mengatakannya padaku. Aku mengerti.

 

 

*Dari seorang teman tanpa penambahan bumbu, maafkan kalau tidak terlalu manis dan membingungkan untuk dibaca.😀 Saya juga tidak tahu harus diberi judul apa, sampai akhirnya teringat kalimatnya, “seperti memakan buah simalakama, apa- apa salah”.

7 thoughts on “it was never your fault

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s