kerja keras tak akan khianat

Saya percaya kerja keras tidak akan berkhianat. Ia akan mewujud, apapun itu.

Dek Fifi, adik bungsu saya, memilih jalan yang berbeda dari kami, kakak- kakaknya, yaitu sebagai atlet. Tidak sekedar hobi, raket sudah menjadi perpanjangan tangannya. Katanya,Β  terasa ada yang ganjil jika raket tidak berada dalam genggamannya.

Dulunya, untuk mengisi hari Minggu ada les renang, sama seperti saya dan Dek Afam. Tapi ada suatu kejadian, yang saya kurang tahu, membuat Dek Fifi trauma sama kolam renang. Tidak lama, ada yang menawari untuk les bulutangkis, jadilah adik saya bergabung. Sebagai bungsu dengan jarak 10 tahun dari adik lelaki saya, Dek Fifi adalah tempat semua kasih sayang tercurah. Tidak heran kalau ia tumbuh sebagai anak yang sedikit manja, apa- apanya mesti disiapin, tapi anehnya tidak untuk bulutangkis. Hari Minggu pagi- pagi pasti sudah minta sarapan, sudah siap- siap berangkat les, berbeda sekali dengan berangkat sekolah.πŸ˜†

Melihat bakat itu, Dek Fifi dipindah ke tempat les yang lebih niat. Di salah satu PB (Persatuan Bulutangkis) di Kertosono, adek bergabung 1 tahun. Kemudian, karena dirasa sudah tidak ada kemajuan, adik saya pindah ke PB yang lebih niat lagi di Nganjuk.

Di PB yang baru, Dek Fifi adalah salah satu kesayangan. Ia dibidik untuk jadi maskot. Pertama masuk, adik di kelas D. Bulan berikutnya, naik ke kelas C, dan sekarang sudah kelas B. Ia satu- satunya yang naik kelas secepat itu, dan satu- satunya pula yang baru kelas C dan mendapat juara 4 se- Kabupaten.πŸ˜€

Rahasianya?

Adik saya latihan di PB 3 kali seminggu sewaktu di kelas C, sekarang 5 kali seminggu. Seringkali ia bolos latihan karena jarak Kertosono – Nganjuk yang tidak bisa dibilang dekat. Tapi tapi tapi, adik selalu latihan di rumah. Stadion Kertosono, yang katanya kelilingnya 450 m, adalah tempatnya lari setiap sore tanpa berhenti hingga 12 kali. Keren? Lebih dari itu, ia tidak lari dengan tangan kosong tapi dengan barbel 1 kilo!

Belum lagi menu harian yang disiapkan ibu saya, seperti : skipping, latihan smash, latihan backhand, mondar mandir mindah shuttle cock, lompat- lompat, lari zig- zag, dan banyak yang lain. Saya kasihan kalau adik sampe nangis saking gak kuatnya. Dia masih kecil tapi segitu berat latihannya. Tapi ya memang harus dijalani karena bakat tanpa disiplin diri bagai net tanpa tiang.

Juga sekali lagi, karena ia,Β  saya, dan semua orang di sekelilingnya percaya bahwa kerja keras tak pernah berkhianat. Ia akan mewujud, apapun dan kapanpun itu.

Saat memandangnya tertidur karena lelah, seringkali saya berdoa untuknya, jawara bulutangkis masa depan. Semoga…πŸ™‚

9 thoughts on “kerja keras tak akan khianat

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s