hay fever

Beberapa hari ini, hal yang saya lakukan di pagi hari adalah menggulung daun suruh lalu memasukkannya pada kedua lubang hidung. Sambil menengadahkan muka, saya terbayang bagaimana jika suruh ini adalah kapas. Pikiran semacam itu membuat saya ngeri. Bagaimanapun juga, saat itu akan datang, entah mau atau tidak.

Belum ada perubahan, sejauh ini, malah saya merasa hasilnya percuma. Saya tetap alergi dengan debu dan masih alergi dengan dingin. Saat menyentuh air untuk berkumur sebelum sahur saja sudah membangkitkan alergi, membuat saya bersin hingga kelelahan. Sejujurnya, itu menyiksa.

Ibu pernah berkata suatu kali, “lah sampean iku lek wes menikah pie? Pas cuci baju apa cuci piring, bersin- bersin. Pas bersihin kamar, nyapu rumah, ya bersin terus. Lha kalau di sini aku ngerti, tak tandangi kabeh. Lah kalau punya suami yang gak kasihan, pie?” Saya gak ngerti mesti jawab apa. Ibu ada benarnya.

Sebelum tidur, saya mengambil sarung atau sprei baru untuk alas tidur, kalau tidak, saat pagi bersin datang keroyokan. Saya juga tidak tidur di dekat korden, dinding, dan kipas angin, untuk menghindari penyebab alergi. Sudah browsing kesana kemari, tapi belum ada obatnya, satu- satunya cara ya menjauhkan dengan penyebabnya. Musim- musim banyak angin begini, saya pilih- pilih waktu untuk bantuin bapak ibu di buah- buah, kalau tidak, ya seperti yang saya bilang, anak gajah – bledug (debu, dalam bahasa jawa) beterbangan menggelitik hidung.😀

Ah.. Maaf ya, jadi cerita masalah saya.

Saya percaya bahwa Tuhan menurunkan penyakit bareng dengan obatnya, jadi saya tidak perlu kuatir. Secepatnya, saya tidak akan lagi bermusuhan dengan debu dan dingin. Secepatnya!

🙂

21 thoughts on “hay fever

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s