wisudanya calon negarawan

Di post ini saya sudah cerita kalau Dek Afam barusan wisuda, nah sekarang mau cerita lengkap prosesi wisudanya. Kalau dibandingkan dengan wisuda saya, wisuda adek jauh-jauh-jauh lebih sakral. Suasana yang dibangun keren banget. Mungkin karena yang diwisuda hanya 160 an mahasiswa, sementara saya dulu 2000an. Hoho.

Bertempat di ballroom Hotel Atria Malang, acara dimulai pukul 7.00 dan sepanjang yang saya ingat, tidak ada yang ngaret dari jadwal. Ibu, bapak, mak (panggilan untuk nenek), Dek Fifi, dan saya mendapat tempat yang kurang begitu bagus, di pojok kanan yang tidak terlalu belakang, pun tidak terlalu depan.πŸ˜€ Sembari menunggu masuknya wisudawan, kami disuguhi suara apik dari paduan suara Universitas Brawijaya (yang saya lupa apa namanya). Cover lagu roar-nya Kety Perry bikin saya jatuh cinta! Bagus!

Acara dibuka dengan pantun- pantun oleh MC. Ada satu yang masih keinget (itupun dengan gubahan) :

Anak ayam ada sembilan
Mati satu tinggal delapan
Terlihat senyum tampan dan menawan
Selamat wisuda calon negarawan

susah banget ambil gambar bagus :(

susah banget ambil gambar bagus😦

Saat wisudawan masuk, berbaris rapi dengan toga dan kebanggaan, saya terenyuh. Dulu sekolah ini yang saya idamkan, tapi adek malah berhasil menjadi salah satu lulusannya.πŸ™‚ Yakin, 100% bukan hanya saya dan keluarga yang bangga, ratusan wali dan undangan yang hadir pun merasa hal yang sama.

Berikutnya adalah masuknya para guru besar dan pimpinan STAN. Lalu, dilanjutkan dengan sambutan- sambutan. Acara yang juga masih saya ingat adalah saat mahasiswa dengan IPK tertinggi satu per satu disebut, sayangnya adek tidak termasuk. Saya terbayang wajah- wajah berseri orangtua yang anaknya dipanggil ke depan. Menjadi orangtua lulusan adalah kebanggaan, ditambah dengan menerima predikat terpuji dari almamater itu pasti rasanya WOW sekali.

Diiringi dengan lagu Padamu Negeri, satu persatu lulusan menaiki podium. Saya tidak begitu mengerti apa maksudnya memindahkan tali yang semula di kiri menjadi di kanan (atau kebalik ya?), tapi ya itulah yang mereka lakukan. Setahu saya, adek mendapat urutan buntut, jadi saya santai saja.. Eh, tak berapa lama, dipanggil nama Muhammad Basaruddin, saya kaget, β€œLoh kok sudah dipanggil?” Maklumlah, kamera masih di dalam tas, saya diminta ambil foto adek. Dek Fifi nyeletuk, β€œBukan, Mbak. Itu gak ada Afam-nya!” Adek saya namanya Muhammad Afam Basaruddin.πŸ˜†

susah ambil gambar adek, jadi ini aja yang tampil di LCD

susah ambil gambar adek, jadi ini aja yang tampil di LCD

Berikutnya, prosesi wisuda masih berlanjut. Ada pengambilan sumpah wisudawan, dan sebagainya. Saya kurang begitu memperhatikan.πŸ˜€ Ngantuk sekali ditambah dengan hawa dingin, duh.. pas buat tidur.

Sambutan dari pimpinan STAN membuat mata saya melek. Bahasanya interaktif. Sesekali membuat wisudawan dan para wali tertawa dan bertepuk tangan. Di akhir, yang membuat saya tersentuh, wisudawan diminta berdiri oleh Bapak Pimpinan. Kemudian, disuruh untuk menghadap ke sebelah kiri dan hormat kepada Bapak dan Ibu pengajar. Lalu, menghadap ke barisan orang tua wali untuk juga memberi hormat yang sama.πŸ™‚

20141104_094045[1]

terimakasih, Ibu Bapak..

Persembahan wisudawan, berupa puisi diiringi akustik, membuat para undangan menangis sesenggukan. Bagaimana tidak? Kalimat demi kalimat yang diucapkan berisi tentang ucapan seorang anak pada Ibu dan Bapaknya begitu menyentuh. Saya salut!

Acara hari itu tepat selesai setengah sebelas, seperti pada jadwal yang diumumkan. Sebelum dipersilahkan untuk meninggalkan ruangan, para wisudawan dan undangan dipersilahkan untuk mengambil gambar.πŸ˜€ Ahh.. sejujurnya saya ngiri melihat prosesi wisudanya! Andai saja dulu sewaktu saya diwisuda bisa seakrab ini. Hahaha.. Mana bisa? Bandingkan jumlahnya.

fullteam! :D

fullteam!πŸ˜€ makasih yang motoin!

Sepulang dari acara wisuda, mampir di kos adek sekalian pamitan dan pindahan.πŸ˜€ Sehabis itu, pengennya lanjut ke foto studio. Pengalaman dulu sewaktu wisuda saya gak langsung foto studio, berencana di Kertosono saja, ehh.. sampai sekarang gak keturutan. Nah, kemarin cari- cari sambil jalan ke tujuan liburan, ternyata gak nemu. Alhasil, adek pun tak punya hasil foto studio buat kenang- kenangan wisudanya.πŸ˜€ Menurut saya, sih, tak jadi soal. Foto- foto yang ada itu udah bagus semua kok.

Bareng mami dan papi kos.

Bareng mami dan papi kos.

Seperti yang sudah saya bilang, kita lanjut ke tempat liburan. Kemana itu? Tunggu posting selanjutnya!πŸ˜€

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s