Dek, merokok itu membunuhmu, cius!

If you tell a lie big enough and keep repeating it, people will eventuall come to believe it. –Joseph Goebbels Nazi

Begitulah cara propaganda. Kebohongan yang terus diulang akan dipercayai sebagai bentuk kebenaran yang baru. Iklan rokok, salah satunya. Ia mengkampanyekan gaya hidup keren, maco, gaul, percaya diri, dan setia kawan. Hal inilah yang menyesatkan fase pencarian jati diri yang umumnya dialami remaja. Gencarnya industri rokok juga menyasar acara- acara berkumpulnya remaja, misalnya event musik dan olahraga.

Akhir 2012, penelitian dilakukan oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak terkait dampak iklan rokok terhadap minat anak untuk merokok. Hasilnya, 93 persen dari 10 ribu anak usia SMP di 10 kota tertarik merokok dari media televisi. Sebanyak 34 persennya, tertarik merokok pada saat acara musik.

Tahun 2013, sebuah data menunjukkan mayoritas siswa laki- laki di Sekolah Menengah Pertama Jakarta kedapatan membawa rokok saat sekolah. Itu sembunyi- sembunyi, kini lebih banyak lagi yang tak malu, terang- terangan, bahkan di depan orang tuanya sendiri. Di sekitar tempat tinggal saya, kecamatan kecil, remaja putra banyak merokok di warung- warung kopi pingir jalan pada larut malam.

Peraturan Pemerintah (PP) No 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan adalah alasan adanya gambar- gambar mengerikan pada bungkus rokok. Jangankan gambar itu, peringatan yang gedenya seupil (upil siapa?) itu saja membuat saya bergidik ngeri. Masih ingat bunyinya?

“MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”

Ditambah lagi, kini diperjelas “Merokok membunuhmu!” Meski dengan penampakan yang sedikit aneh dan ambigu karena berisi larangan serta ajakan untuk merokok. Adegan merokok disensor dimana- mana, tapi justru terpampang pada bungkusnya. Penempelan asap mengebul dan tengkorak- tengkorak itu sungguh tak jelas apa maksudnya.

Mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia berpendapat, generasi muda Indonesia telah diracuni zat berbahaya ini sedari muda. Data menunjukkan 40 persen remaja laki- laki usia SMP yang merupakan generasi penerus kepemimpinan bangsa adalah perokok pemula. Berdasarkan data Lentera Anak , 70 persen lebih perokok mulai merokok pada usia 19 tahun. Ada kecenderungan jumlah perokok anak akan meningkat dua kali lipat dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.

Duh.. Saya tidak habis pikir, bagaimana bisa remaja ini masih merelakan hasil keringat orang tuanya untuk usaha bunuh diri? Tapi, sekali lagi, remaja tidak dihadapkan pada pilihan yang lebih baik. Industri rokok dengan sengaja mengambil modelnya adalah tokoh remaja yang secara implisit berkata, “Gue merokok dan keren, lu?” Peran orang tua pun melemah, apalagi bila sang ayah pecandu asap tembakau pula.

Aksi nyata pemerintah diperlukan untuk menghentikan perusakan generasi muda. Penempelan 40 persen gambar dirasa tidaklah cukup. Undang- Undang Nomor 23 tahun 2002 mengamanahkan negara untuk melindungi anak termasuk dari bahaya rokok. Alasan tersebut didukung oleh Undang- Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang rokok dengan tegas disebut sebagai zat berbahaya karena bersifat adiktif.

Untuk itulah, penghentian iklan rokok mutlak diperlukan. Melindungi generasi muda merupakan salah satu invesasi terbaik untuk menyelamatkan negara. Anak usia remaja seharusnya dikenalkan pada hal- hal produktif selama fase pencarian jati diri. Kini, hal produktifnya : musik, dance, olahraga, bahkan sudah dinodai dengan iklan rokok. Mengerikan sekali.

Sebagai guru, saya mengerti beda konsentrasi dalam penyerapan materi antara anak perokok dan yang tidak. Untuk itu, pesan saya pada adik- adik yang membaca tulisan ini, “Dek, merokok itu membunuhmu!” Mungkin tidak secara langsung. Tapi, perlahan merokok membunuh potensimu untuk berkarya. Budaya konsumtifmu akan bertumbuh, mirisnya, itu untuk sebatang rokok. Uang yang seharusnya digunakan untuk tabungan sekolah tinggi, kamu bakar sia- sia, bahkan menumpuk sebagai penyakit.

Sekali lagi, Dek, merokok itu membunuhmu, cius!

 “Tulisan ini di sertakan GA Mukhofas Giveaway – Penyebaran Iklan Rokok di Indonesia dan Dampaknya”

Sumber :
Merokok di Kalangan Pelajar Kian Menggila, m.antarasumbar.com, diakses pada 26/11/14
Mayoritas Anak Merokok Karena Terpengaruh Iklan, www.kpi.go.id, diakses pada 26/11/14

Sumber gambar :
Google image search : merokok membunuhmu

19 thoughts on “Dek, merokok itu membunuhmu, cius!

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s