skyscraper

*judul ditulis tepat saat Boyce Avenue menyanyikan ini untuk saya*

Hai haiii… Lebih dari sebulan gak update! Banyak banget nget nget cerita dalam hidup yang gak sempat saya abadikan.πŸ™‚ Tak apa, hanya sederet luka- luka kecil.

Ah.. Sudah!

Hari ini saya mau cerita kalau tadi siang terima gaji! (meski ini terhitung gaji kedua) Hahaha.. Beda ya rasanya gaji dari tempat saya ngajar dan gaji dari murid saya langsung.

Saya tidak sedang ingin menghitung- hitung antara gaji dan perjuangan PP Kediri- Kertosono setiap hari. Tidak! Sudah dari wawancara dulu saya pernah diingatkan tentang gaji yang tidak seberapa. Waktu itu saya menjawab, β€œmateri dari LBB di rumah sudah bisa dibilang cukup, Pak. Saya butuh status.” Ya, itulah kenyataannya. Orang hanya melihat dari luar saja, akan tampak lebih keren lulusan kuliahan menyandang gelar Dosen daripada Pengusaha. Ya kan? Ya kan?

Hidup di tengah- tengah masyarakat itu gampang- gampang susah. Saya beruntung karena keluarga sepenuhnya support. Mau saya kerja dulu, kuliah dulu, bahkan nganggur dulu pun, Ibu Bapak tetap mendukung, asal jelas kedepannya akan bagaimana.

Pas Ibu nerima gaji yang dari sekolah, saya tahu beliau sedikit kecewa. Tapi saya bilang, β€œBund, nanti uangku akan banyak. Sekarang investasiku waktu, ilmu, wawasan, sama teman dulu.” Hal- hal seperti itu yang gak saya dapat dari membangun usaha sendiri. Toh, kalau dulu, pagi saya gunakan untuk santai- santai, sekarang malah bagus ada manfaatnya buat orang lain.πŸ™‚

Ohya.. Saya di Kediri berangkat jam 5 pagi, sampai lagi di rumah jam setengah tiga. Murid udah pada nungguin saya datang, jadinya langsung ngajar lagi sampai jam 8 malam. Kadang saya sambi koreksi, karena setiap hari ada post test. Habis itu nyiapin RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), yang untungnya bisa copas dengan sulaman di sana- sini.πŸ˜€

Beruntungnya, saya masih punya kehidupan yang layak. Saya masih sempat ketemuan dengan teman- teman Majalah Kertosono, bahkan bisa bantu- bantu ngedit tulisan. Saya juga bisa kopdar sama teman di blogger kediri. Terkadang malah masih membaca buku yang saya suka dan mengobrol dengan teman di berbagai sosial media. Kurang apa lagi?

Pernah suatu kali, Ibu saya bertanya, β€œMbak, kok sibuk banget to? Golek opo?” Saya tidak tahu, yang saya tahu adalah ada hal yang dihindari. Saya tidak mengejar sesuatu tapi sedang berlari meninggalkan sesuatu yang lain.

Entah mengapa, setiap terdiam, bayangannya hadir membuat mata saya terbakar. Kesibukan adalah air yang memadamkannya. Tak apa. Suatu hari akan ada penggantinya.πŸ™‚

Saya percaya Tuhan Maha Baik, Ia tidak pernah tidur apalagi sengaja tutup mata.

You can take everything I have, you can break everything I am
Like I’m made of glass, like I’m made of paper
Go on and try to tear me down. I will be rising from the ground
Like a skyscraper

6 thoughts on “skyscraper

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s