Angin

Satu kata pertama yang terlintas tentangnya adalah romantis. Kau terkejut karena kata cinta ternyata bisa diumbar sesering yang kamu bisa. Setiap pesan, yang ia kirimkan, tak pernah lepas dari sekedar ‘i love u’ atau kalimat lebih kompleks lain yang sama maknanya. Kau juga terkejut karena jarak bisa ditekuk sedemikian rupa, video call dan sejenisnya telah menjadi menu rutin kala malam.

Tak jarang, di sela- sela kesibukan yang ia punya, sebuah foto mendarat di layarmu. Gambar yang mengabarkan ia sedang apa dan dimana. Ketika rindu tak terbendung, kalian saling menatap di video call. Iya.. tanpa kata. Kau kini tahu, romantis yang dulu kau sebut alay dan kekanakan ternyata sesuatu yang membahagiakan.😀

Saat kalian bertemu,
ia tak canggung menggandengmu di depan orang tuamu. Bahkan, saat berjalan di pertokoan ia akan tetiba menatapmu dan berkata ia begitu bersyukur bertemu denganmu. Membuatmu semakin mengerti apa artinya kalimat ‘dunia milik berdua’.😆

Pernah suatu kali ia memberimu suapan es krim di tengah banyak orang. Kau terkejut, tapi tahu itu menyenangkan. Lalu, ia memegang tanganmu dan bertanya, ” apa kau mau menikah denganku?” Kata- kata tertahan di pangkal lidah dan kepalamu terasa begitu berat untuk tidak mengangguk.

Di pertemuan yang lain, sebuah cincin telah melingkar di jarimu, dengan ukiran namanya di bagian dalam. Oh.. dan cincin itu kebesaran, sangat kebesaran bahkan untuk ibu jarimu. Kamu tertawa. “Itu ukuran yang paling kecil padahal,” ia membela diri.😀

Saat masa lalu berhamburan, ia tersakiti olehmu. Bagaimana tidak? Fotomu dengan orang lain, tiket- tiket menonton, bahkan tiket masuk waru turi, dan sebuah cincin masih rapi di dompetmu. Kamu beralasan lupa. Bukan, kamu memang benar- benar lupa. Ia marah, meski akhirnya menyerah, “aku yakin kamu sayangnya sama aku. Untung ketemunya sekarang, coba kalau pas udah nikah?”

Kau tahu melupakan tentu tidak mudah. Menahun, mencintai semudah menghirup nafas, kau lakukan tanpa sadar. Namun, semakin mengingat masa lalu, kau semakin bersyukur bertemu dengannya.🙂

Ohh.. yang paling utama adalah keluargamu menerimanya atau bisa dibilang menyukainya malah. Kau juga merasa ia menerima pula keluargamu dengan segala kekurangannya. Siapa sangka, bulan lalu ia sama sekali bukan siapa- siapa buatmu, kini pernikahan kalian sudah jadi bahan pembicaraan.🙂

Semoga semuanya dilancarkan.. aminn..

One thought on “Angin

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s