Hundred miles journey

Tulis aja dek,
       Tapi gak ada fotonya, mas..
Gak papa.. tulis aja.
      Oke.. Tulis.πŸ˜€

Punggung saya masih separuh kaku, begitu juga pundak. Perjalanan panjang Kertosono – Malang -Kertosono dengan motor Sabtu (16/5) lalu penyebabnya.

Rencananya, Sabtu ini mau ke rumah calon mertua tapi urung,  karena mesti ngambil jas di kos an Dek Afam. Ini mendesak, 26 Mei besok mau dipake buat akad. Hmm..

bukan akad saya.πŸ˜€ Akad nikahnya sepupu.

Mas Bayu sampai rumah jam 9 pagi, mampir buat maem aja langsung cuss ke Malang. Saking keburunya sampai buah yang buat oleh- oleh Bu Kos ketinggalan, baru nyadarnya pas sudah di Papar.

Saya sudah menduga, perjalanannya pasti lama. Si Mas gak suka ngebut, paling banter 60 an. Tapi ada baiknya. Karena apa? Ban motor pecah sebelum Pare. Saya gak kebayang kalau waktu itu kecepatan tinggi, entah apa jadinya.

Beruntung, servis motor tak jauh dari situ. Kami dipaksa beristirahat setengah jam. Lumayan..πŸ™‚ Perjalanan masih jauh.

Motor melaju kecepatan sedang. Ini kali pertama saya menikmati perjalanan. Ya.. Karena biasanya, dengan kendaraan apapun, yang penting berangkat – sampai – pulang.πŸ˜€ Dulu hanya sekelebat melihat disini tempat ini tempat itu. Kemarin, saya tahu dua air terjun tepi jalan itu bagus. Dan waduk yang di pinggir jalan ternyata bernama Selorejo, yang juga ternyata keren. Hehe..

Kalau bukan saya memaksa berhenti karena kepengen jagung bakar, pasti motor masih dipacu sampai malang yang entah berapa jauh lagi.πŸ˜€ Yaa.. Akhirnya istirahat lagi setelah melewati Coban Rondo. Untungnya, bakar jagungnya cukup lama. Jadi lumayan lah, ada waktu buat nyandarin punggung. Selesai maem, sudah pukul satu siang, perjalanan dilanjutkan.

Sampai di Malang, cari oleh- oleh. Beli duku di pasar 18 ribu, itupun kecil dan agak hitam. Padahal di rumah harganya 13 ribu. Nah, pas hampir sampai kos, banyak penjual duku di sepanjang jalan. Dukunya besar, harganya sepuluh ribuan. Sehabis beli, rasanya gak seperti duku. Dann..ternyata itu yang namanya langsep! Baru tahu.

Sepenuhnya saya mengandalkan ingatan dan perasaan (halah) untuk menemukan kos nya adek. Ternyata ketemu! Setelah.. (tunggu saya itung dulu) 4,5 jam perjalanan! Kebayang kan rasanya?

Ngobrol ini itu, gak kerasa sudah setengah empat. Capek belum ilang tapi harus tetap pamit pulang. Sudah nggak kepikir mampir, kecuali di batu, beli susu (itupun kebablasan dan terpaksa balik lagi).

Saya kira perjalanan pulang bertambah ringan, ternyata tidak. Sama beratnya – malah lebih. Laju motor kian melambat. Capek bukan hanya melanda saya, kekasih juga. Hebatnya, dia masih bisa bercerita panjang lebar untuk mengusir kantuk. Sementara saya menanggapi seadanya, bahkan seringkali tertidur di tengah cerita lalu terbangun dan menyahut ‘ooh iya.. ‘πŸ˜€

Maem malam, setengah delapan, di Kasembon. Lumayan untuk menggugurkan lelah. Tapi tetap saja. Saat perjalanan kembali dilanjutkan kepala berasa mau pecah, badan rasanya sudah tak utuh lagi, ditambah dengan bacaan di rambu yang berbunyi ‘Pare 28 km’, berat sekalii.. Pare – Kertosono entah berapa kilometer lagi.

Jam 9 malem sampe rumah. Istirahat sebentar. Wew! Baru kini, sampai di rumah terasa seperti berkunjung ke surga.

Capek yang saya rasa pasti gak ada apa- apanya dibanding si mas. Kalau ditotal, ia telah menempuh Surabaya – Kertosono – Malang – Kertosono – Surabaya. Kerennya, capek sama sekali tidak ia tunjukkan. Dengan santainya, ia masih ngobrol sama ibuk, bercanda dengan Dek Fifi, sampai saya antar ke tempat bis jam 10 malam.

Saya kok masih yakin gak ada cowok sebaik dia.πŸ˜€ Dan kalau kekasih sedikit saja ngilangin sungkan, ia pasti bilang : gak ada cewek se-ngrepotin adek.  Hehehe

One thought on “Hundred miles journey

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s