Latepost

Tulisan ini tidak ditujukan ke siapapun, selain diri sendiri.πŸ˜€

Forget your past!
Its not being bitter!
Its just being fair enough to the next person who will try to be the one of you.

Kekasih bercerita tentang seseorang. Siapa lagi kalau bukan cinta tujuh tahunnya yang tetiba menikah. Mbaknya (panggilan akrab dari saya) berkali- kali menghubungi kekasih. Entah untuk alasan apa. Kangen barangkali? Hehehe.

Tidak apa. Perasaan saya baik- baik saja. Toh, saya tahu benar seberapa bencinya kekasih pada mbaknya. Yang bikin heran, kan dianya sudah menikah to. Malah yang terpikir

suaminya.. tapi yasudahlah ya.. Pasangan kan beda- beda.πŸ™‚

Saya teringat, beberapa hari yang lalu, chating dengan mantan kekasihnya adek. “Aku gak pengen nglupain mbak, tapi pengen jadi teman saja.” Ahh.. saya pernah berpikiran serupa. Tapi gagal. Kembali dekat membuat rasa sayang kian besar. Bukan hanya sekali, namun setiap perpisahan terjadi.

Berbeda dengan kekasih, yang mati- matian membenci, saya tidak. Doa- doa seringkali terucap untuk kebahagiaannya, bahkan turut gembira atas kabar pernikahannya. Hanya, saya belum siap bertatap muka.πŸ˜€ Melihat namanya muncul di layar hape saja, ada sesuatu yang menyentak ingatan. Kenangan seolah menurunkan jangkarnya pada detik- detik paling menyakitkan, membuat mata terbakar.

Seseorang pernah bilang, ini masalah kedewasaan. Tidak. Bukan. Perasaan jauh berbeda. Hati butuh waktu untuk disembuhkan. Bagaimanapun juga, benar kata orang : you can never ‘just be friends’ with someone you fell in love with.

-ditulis dua atau tiga minggu yang lalu

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s