Bad Day

“Sebentar ya.” Ucapku padanya lebih dari separuh jam lalu dan dia masih di bawah sana. Aku masih ingin menambah waktu tunggunya hingga genap satu jam. Ahh.. aku merasa demikian tega, tapi apa daya? Aku kesal padanya. Kesal. Itu saja.

Tadi pagi aku berjalan kaki ke kampus karena ia tertidur. Semalam ia membawa motorku karena motornya belum selesai diservis. Selesai kuliah, aku juga harus berjalan lagi setelah menolak beberapa ajakan pulang bareng. Itupun masih ditambah dengan sejam menunggu sebelum dia akhirnya berkata : ada acara kantor yang tak bisa kutinggal.

Hukuman dariku bahkan tidak sebanding dengan apa yang sudah diperbuatnya sehari ini. Anggap saja 20 menit pertama sebagai upah lelah karena menghubunginya sampai gila pagi sebelum

ke kampus. 20 menit berikutnya untuk pembalasan karena dia membuatku berlari kos – kampus 8 menit lebih cepat agar tidak terlambat. Dan yang terakhir, sebagai tebusan karena dompetku tertinggal di jok motor dan aku kehausan sepanjang jalan pulang.

Entah sejak kapan aku merasa bebas membalas tindakannya yang seenaknya. Mungkin sejak aku lelah untuk marah atau mungkin karena merasa percuma untuk marah. Ya… benar- benar percuma, toh kita berteman saja.

Setiap kali, ia tak merasa bersalah, lebih parahnya ia tak tahu aku marah. Selalu. Sialnya, aku tak pernah benar- benar serius akan pembalasan dendamku hari ini dan membiarkan kakiku menuruni tangga menemuinya.

Sayup kudengar lagu Daniel Powter mengalun pelan dari handphonenya. Aku mendekatinya tanpa kata.

“Hariku buruk hari ini.” Sahutnya saat melihatku keheranan karena ia tak mengangkat ponselnya, seseorang menelpon.

“Hariku juga.” Jawabku singkat. Aku masih marah.

“Aku mencintaimu.”

“Apa?”

“Iya, aku mencintaimu..”

“Kukira itu akan memperbaiki harimu.” Ia menatapku. “Apa sekarang lebih baik?”

Aku diam.

“Aku sengaja mengulur waktu untuk mengatakannya, menunggu saat yang tepat. Sekarang bukan waktu yang tepat, mungkin. Atau entahlah.” Ia menatapku. “Aku minta maaf untuk hari ini.”

Ia meraih tanganku, “aku mencintaimu.”

“Hei, hariku membaik!” Aku tersenyum. Dia juga.

Sometimes the system goes on the blink
And the whole thing turns out wrong
You might not make it back and you know
That you could be well oh that strong
And I’m not wrong

2 thoughts on “Bad Day

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s