kursus kilat bisnis untuk pemula bersama Pandu

(ABAIKAN JUDULNYA, hahaha)

Seminggu lalu, saya reunian dengan dua kawan lama. Jadi banyak yang mesti dicatat, sebelum lupa. Hohoho..

Sabtu 10/10, ketemuan dengan Pandu dan calon istrinya. Dia teman sewaktu Kelas Inspirasi Nganjuk 1. Dulunya pas saya cerita ngajar dirumah, Pandu selalu yang support, “ayo Tus, LBB mu digedein. Jangan kamu terus yang ngajar! Hire pengajar lain lah.” Nah, dia juga yang agak menyesalkan waktu saya sudah menyibukkan diri jadi pengajar di sekolah, yang artinya gagal punya LBB sendiri.

Seminggu sebelumnya, saya merasa butuh pertolongan. Yahh.. saya butuh ilmu untuk membuat LBB tumbuh juga untuk bisa diurus dari jauh. Dan.. kemudian teringat Pandu. Nggak butuh chat panjang lebar, langsung di jawab : aku lagi di Bandung, minggu depan pas pulang tak main kesana. Nah! Saya girang banget. Hehe.. Akhirnya ada yang bisa saya mintain ilmu.

Saya ceritain semua kondisinya.

Masalah 1 : Keuangannya awut- awutan. Uang LBB seringnya kecampur dengan uang pribadi saya (hasil ngelesin privat). Administrasi keluar masuk nggak ada catatannya. Tenaga plus pikiran saya sudah terkuras untuk hal lain.

Solusi : Hire aja anak SMK jurusan akuntan.

Masalah 2 : Tenaga pengajar kurang.

Solusi : Ngajak gabung mahasiswa yang masih kuliah. Misal kuliahnya Surabaya atau Malang, kasih aja jadwal Sabtu atau Minggu tapi full. Atau kasih pelatihan ke pengajar lain yang cukup banyak waktu luang. Misal jurusan matematika, kurang guru kimia, ya si matematikanya ini dikasih pelatihan ngajar kimia. Di LBB gede juga gitu kok.😀 (calon istrinya Pandu ngajar di salah satu LBB ternama di Jember, caranya di LBB itu juga gitu. Hehehe.)

Masalah 3 : Kurang 2 semester ini, LBB nggak saya urus penuh. Cuma saya kunjungi 2 atau 3 hari seminggu. “Mau kemana kamu?” Pandu tanya. “Ikut suami.” Saya jawab.

Solusi : (Mereka berdua ketawa dulu, sebelum ngomong.) Bisa- bisa aja ditinggal kok, kalau sudah yakin ini bisa jalan sendiri, udah ada yang bisa dipasrahi. Gampang itu sih.

Pandu juga bilang kalau teman berpikir itu penting, “sering aku ngerasa hasil pikiranku ini yang terbaik. Tapi, pas tak omongin sama mekanik atau sama supplier  ternyata ya masih kurang. Gimanapun juga, banyak kepala itu idenya malah lebih sempurna.” Oh iya, Pandu ini pengusaha sparepart terbesar di Nganjuk.

“Jangan egois, perluas perannya pengajar. Pengajarmu itu 10, kalau diajak ngomong pasti idenya bakal lebih banyak malah mungkin lebih bagus dari idemu sendiri. Itu juga bisa membuat mereka ngerasa memiliki LBB mu. Jadi ya, nantinya kamu lebih mudah kalau mau ninggal.”

“Diferensiasi itu penting. Kamu gali lagi, apa sih yang membuat orangtua nitipin anaknya ke kamu. Kalau GO (nama LBB) jelas, apa yang buat dia booming karena dia menjawab tantangan anak mau rumus serba instan. Atau Nurul Fikri (nama LBB) itu juga jelas, dia memasukkan unsur religi. Nah LBB mu?” Saya nggak bisa jawab. “Dicari lagi, Tus. Tanya ke murid. Tanya ke orang tuanya. Ya.. santai saja. Nanti pasti ada ilmu baru lagi yang kamu dapat.”

“Kamu juga belajar lean start up. Cari di Internet kan banyak. Jangan lupa!”

Hehehe… Ini barusan saya cari- cari. Intinya, lean start up adalah menekan effort dan biaya tapi memaksimalkan efektivitas. Kalau kita menunggu sampai produk sempurna baru lempar ke market itu kesalahan besar. Produk yang baik tumbuh didalam market itu sendiri. Melakukan pengujian pasar dan bertumbuh pelan- pelan. (Ini kesimpulan sendiri, cmiiw)

Rencananya, saya mau minta tolong dibantu ngurus surat ijin LBB juga sekalian tapi apa daya Pandu segera balik ke Bandung. Dia masih kuliah di SBM ITB. Keren kan ya? Iya! Banget. Hohoho..

Saya belum nganggur ini, jadi masih nggak sempat.😦 Rencana dari dua bulan lalu padahal.

Tadi saya bilang reunian dengan 2 kawan lama. Ini baru cerita 1 saja udah sepanjang ini. Hehehe. Satu kawan lagi adalah Maygy!

Saya bahas di tulisan berikutnya! Bye!

2 thoughts on “kursus kilat bisnis untuk pemula bersama Pandu

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s