Sehari Bareng Maygy

Beberapa hari yang lalu, saya sempat cerita ketemu Maygy. Nah.. ini versi lengkapnya.😀

Sabtu (10/10) sepulangnya Pandu, ada tamu lagi di rumah : Maygy dan Mbak Cahyani. Setelah ngobrol kesana kemari, akhirnya Mbak Cahyani bilang kalau besoknya mau ada lamaran.😀

Awalnya sih, berencana nggak datang, lah dadakan banget eh. Minggu memang jadwal privat full. Hehe.. Tapi kok tak pikir- pikir lagi, teganya saya nggak datang, padahal sudah jauh- jauh diundang.

Singkatnya, besoknya dua murid saya liburkan. Saya datang.😀

Saya masih ingat rumahnya, tapi agak ragu mau masuk. Lah, undangannya acara lamaran, eh.. udah kayak resepsi nikahan. Nah saya nggak pakai baju resmi, cuma celana jeans sama hem putih. Wew.. udah persis seragamnya peladen (semacam pelayannya, yang nganter- nganterin makanan ke tamu). Hoho.. Untung banget bawa jas! Sedikit selamat lah..😆

Langsung ketemu Maygy, makan, duduk, dan cerita panjang lebar.

Topik pertama? Apalagi kalau nggak seputar jodoh, kekasih, dan (ehem)
mantan.

Berikutnya, yang lain nyusul. Semisal : pekerjaan, kesibukan, dan yahh.. gosip- gosip yang beredar di antara teman sekelas. Well, kami sekelas dari kelas 4 SD! Jadi, ya banyaakk banget teman yang digosipin. Hahaha..

Maygy bekerja di Jakarta. Dan cerita tentang susahnya mendapat ijin kantor sedikit menohok saya. Iya, hidup yang saya keluhkan, bisa jadi adalah hidup yang orang lain inginkan. “Enak kamu, Tus, kerja di rumah. Lah aku? Cuti aja susah, itupun nggak bisa lama, dan ongkosnya mahal.” Jleb!

Kadang memang kita terlalu berfokus pada hal besar, hingga lupa mensyukuri hal- hal kecil.🙂

Saya merasa waktu begitu cepat berlalu. Perasaan, baru kemarin kami masih kelas 4 SD dan saling curhat di UKS tentang lelaki yang kami idamkan. Pssttt.. Maygy waktu itu suka dengan kembaran saya.😀

Rasanya juga baru kemarin, kita barengan ikut Acapela Smada (semacam lomba pramuka SMP). Dan lucunya, dua tahun berikutnya kami bagian dari panitianya. Hehe..

Saya juga masih terkenang, hari Senin di kantin pecel. Iya.. hari sewaktu kami bertemu setelah berpisah : Maygy mengurus Acapela sementara saya ikut diklat Smadapala (pecinta alam).  Maygy bertanya, “gantengan mana mas ini apa mas itu?” (Kalimat ini ditulis dengan mata berkabut.)

Ahh… kenangan menjelma menjadi virus yang paling kejam sekaligus vaksinnya. Pilihan kita sendiri yang membuatnya berperan sebagai apa. Ya kan?

Ada beberapa foto yang kita ambil, tapi cuma ini yang ada di hape saya. Hehe..

image

Ki-ka; tutus, mbak cahyani, maygy

Ohya, btw.. selamat untuk Mbak Cahyani dan Mas Adit! Semoga lancar persiapan dan semuanya sampai hari H.🙂 amiinn..

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s