Hujan Pertama di Bulan Hujan

Kemarin, kekasih bilang Surabaya hujan dan saya ngiri. Eh.. hari ini Kertosono diguyur hujan. Lebat! Senangnyaaa..πŸ™‚

Air hujan membuat bayangan kekasih menebal di mata saya. Empat hari yang lalu, si mas yakin kalau November ini akan hujan. Ia percaya bulan istimewanya ini identik dengan air dari langit, barangkali teringat lagu November Rain. Haha..

Sabtu (31/10) baru saja ketemu, ini belum habis hari ke empat, udah nggak sabar pengen Sabtu (dua minggu) lagi.πŸ˜€

Berhubung kemarin si mas datang bareng Ibuk -calon mertua, jadinya kita nggak kemana- mana. Ngobrol aja di meja saya. Mainan stempel sambil tebak- tebakan tanggal. Dan yang paling memalukan adalah
..

Saya : Ayo mas, tebak ini kira- kira tanggal apa. (Stempel masih lengket di tangan kekasih, belum saya buka.)
Kekasih : 30 november?
S : salah.
K : 22 september?
S : salah.
K : 14 februari? Tapi kan tadi udah.
S : salah.
K : apa ya?
S : masa sih nggak tahu? Tak buka ya. (Sambil ngangkat stempel.)
K : (mikir)
S : (mau marah)
K : tanggal apa itu? (2 Februari 2015)
S : Astaga! Salah ya? Tadi aku milihnya angka 7, perasaan.
K : (ketawa)
S : (ketawa malu)
K : makanya mas masih mikir, tanggal apaaa itu. Hehehe..

Dan, saya dapat kenang- kenangan ini yang awet sampe permainan selesai. Bahkan sampai kekasih dan ibuk pulang.πŸ˜€

image

24 Dec 2015

Oh ya, akhirnya kita nemu bulan yang pas untuk bersatu. Hehehe.. agak lama sih. Masih tahun depan dan bukan awal tahun, itupun tanggalnya belum nemu.πŸ˜€ tak apa. Kekasih sudah bilang, tahun baruan saya nggak akan sendirian (semoga nggak ada lembur akreditasi:/ ) Horrreeee! (Nulis sambil loncat- loncatπŸ˜† )

Pulangnya, kereta yang jadwalnya jam setengah 9 molor sampai 11 malam. Jadinya, sempat keturutan kepengen kebab (padahal baru makan). Udah dari kapan janjiannya, sampai lupa. Hehehe. Kekasih hobi banget makan, makanya kalau ada yang bilang, “Tutus kok agak gendutan?” Tersangkanya jelas sudah.πŸ˜†

Iyya! Kita hampir nggak pernah makan porsi normal. Kalau beli ke tempat makan, piringnya bisa penuh semeja. Dua porsi makanan berat ditambah beragam camilan. Bahkan penjual Mie Petir sampai hapal sama saya. Gara- gara tiap kesana berdua, belinya 4 porsi mie + 4 minumnya! Gilak!

Ahh.. jadi lapar. Hehe.

4 thoughts on “Hujan Pertama di Bulan Hujan

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s