Dating Night #2

Yeyyy.. saya punya satu lagi Sabtu (28/11) terbaik yang layak dikenang.

Setelah Sabtu lalu ke Nganjuk, Sabtu ini kita malam mingguan ke Jombang. Berangkat dari rumah jam setengah 5 sore.

Sampai Jombang, muter- muter nggak jelas dan terdampar (halah) di KFC.😀 Kasihan sebenernya sama masnya, di Surabaya kfc betebaran dan dia jauh- jauh ke Kertosono terus ke Jombang dan menikmati menu serupa. Heehe.

Keluar dari sana jam setengah 8. Belum puas ngobrolnya, pindah ke pujasera depannya togamas. Ini tempat favorit saya! Dan kami meninggalkan pujasera ini jam 9 lebih!

Lagi- lagi saya mesti rela kalau jarum timbangan bergeser ke kanan. Hahaha (sejak kapan saya bermasalah dengan timbangan?) Lah bagaimana tidak?

Di tempat makan pertama, ini menu kita : dua mocachino, es krim, super mantab (nasi + 2 sayap + pepsi), spagetti,

dan ricebox. Di tempat makan kedua : jus jambu, chocopucino, sushi, kentang goreng, dan paket nasi + cumi. Sebanyak itu kita berdua aja yang ngehabisin!

Bukan makanan yang bikin lama- lama di sana, tapi ngobrolnya! Kekasih bercerita panjang lebar tentang mantannya dan perjalanan cintanya sampai akhirnya bertemu saya. Sudah berkali- kali mendengar cerita itu lewat telepon, ini pertama kalinya secara langsung. Saya melihat ada kesedihan di matanya. Barangkali itu juga terlihat di mata saya saat mengenang seseorang. Hehe. Barangkali.

Jadi teringat, dulu anti banget sama lelaki ini. Kenapa? Karena dia menceritakan semuanya ke saya. Termasuk perempuan- perempuan yang dia dekati, yang menolaknya, dan semuaanya. Hingga suatu hari saya pernah bertanya.

Saya : kamu cerita gini ke semua cewek?
Kekasih : nggak lah.
S : bagus, soalnya aku jadi nggak simpati. Lah kamu player ternyata.
K : hahaha. Yah aku pilih- pilih lah siapa yang tak ceritain. Kan kamu nggak mungkin tak pacarin. (Kekasih nggak suka banget dengan yang namanya LDR.)

Atau, saat begini.

S : kamu nggangguin aku terus. Tak bilangin pacarmu loh. (Yang baru saya tahu ternyata bukan pacarnya, tepatnya belum- dan tidak akan pernah. Hehehe.)
K : hahahaha. Kalau dia tahu aku nggodain cewek, dia marah. Lah kamu kan nenek- nenek.
S : assem (kan kurang ajar banget nih orang.)

Dia ini memang dari pertama kenal selalu bikin gara- gara. Bikin saya emosi. Tapi kadang jadi teman terbaik. Peduli pagi, siang, dan malam. Menelepon saya setiap hari. Bercerita panjang lebar kali tinggi. Kadang kami saling pergi entah 1 atau 2 hari. Bagi saya ini bagus, hehe. Saya butuh waktu untuk yakin akan mengisi hati dengan orang baru.

Semesta pasti telah bersekongkol membuat saya jatuh cinta padanya.😆 Tapi, bagaimanapun juga, harus saya akui dia laki- laki terbaik untuk melengkapi saya. Dia sama menyebalkannya dengan saya. Suka menang sendiri. Seenaknya. Ngambekan. Pemarah. Yyaah… menyenangkan dalam hidup, saat akhirnya bertemu seseorang dan seolah bercermin.

Yyuuutt… Terimakasiihh banyakk banyak banyaaakk.🙂

*tulisan ini sudah selesai hari itu juga, baru tahu kalau belum di publish. Mungkin saya ketiduran langsung. Hehehe.

4 thoughts on “Dating Night #2

  1. Heuuu kok aneh yaa dia menceritakan mantan2nya padamu?:mrgreen:
    Kesannya seperti:
    1. dia menuntut kamu simpati padanya
    2. dia menuntut kamu memaklumi dia bahwa dia player
    3. dia menuntutmu menjadi seperti mantan2nya

    Tapi bisa juga dia bermaksud seperti ini:
    1. dia bermaksud jujur padamu tentang seperti apa para wanita yang dulu pernah dipacarinya
    2. dia bermakusd jujur padamu bahwa kamulah wanita terbaik yang pernah dipacarinya
    😀😀

    Jadi, kapan nih undangannya??

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s