7 Februari 2016

Hari ini sebenarnya saya pengen buat cerita yang manis atau puisi romantis. Tapi urung, mood saya terjun bebas.

Cerita ini dimulai dari minggu lalu, kekasih bilang : liburan imlek ke Surabaya ya, belanja seserahan. Saya lihat kalender, imlek tanggal 8 Februari, langsung deh berkhayal si mas pasti milih tanggal itu gara- gara tanggal 7 nya pengen sama saya. Hoho.

Karena satu dan lain hal, rencana itu batal. Si mas kecewa, saya juga.

Semalam saya sindir- sindir kekasih, besoknya tanggal berapa. Tapi dia nggak nanggepin apa- apa. Masih berprasangka baik. Sorenya, saya resmi ngambek.

(BBM an)
Saya : ini tanggal berapa bulan apa? Lupa lak an.
Mas : loh,

iya dek. Maaf ya. Dan bla bla bla..
S : aku nggak mau ngomong sama kamu.

Nggak lama, telepon bunyi : kekasih.
M : hahaha, selamat satu tahun! Aku lupa dek. (Ketawa.)
S : apa ketawa- ketawa? (Masih ngambek)

(Kekasih berusaha keras, buat ngalihin topik pembicaraan ke penentuan tanggal- tanggal dan tahun kabisat dan entah banyak lagi.)
M : tahu nggak? Itu yang rapat nentuin kabisat 4 tahun sekali itu siapa?
S : siapa?
M : ya aku dek.
S : nggak mungkin lah, itu wis berapa tahun lalu. Mas aja yang setahun kemarin lupa.
M : duh, (ngambil nafas) kok inget lagi. Aku wis keluar jauh loh dari topik itu.
S : (ketawa)

Wis to dek, kan aku lupa to, masa dibilang ngeselin terus. Lah biasanya nanya tanggal besoknya kan mau mbok itung- itung dari hari akad.

Saya diam.

Coba loh dek, kalau di kuis- kuis tuh. Terus ada pertanyaan, kan pas salah bunyinya : dengdong. Tapi kalau adek yang buat kuis, bunyinya gini : ah, kamu ngeselin. Atau kalau, yang ditanya kehabisan waktu kan bunyinya : teeett, nah kuisny adek : aku nggak mau ngomong sama kamu lagi.

Saya ketawa sampai sakit perut. (Barangkali tulisan saya tidak terlalu menggambarkan bagaimana caranya bertutur, tapi serius si mas konyol banget!) Iyya, dia selalu saja tahu bagaimana membuat saya bahagia.😀

S : aku loh udah lama nunggunya ini, (lanjut cerita tentang khayalan saya.)
M : hahahaaha, aku nggak kepikiran sama sekali, dek. Yang tak pikirin tuh masa depan.
S : alesan.
M : (ketawa) iya alesan.

Ngambek saya berakhir secara resmi #halah pas kekasih cerita seharian keliling- keliling sama ibuk nyari keranjang buat wadah hantarannya. Sekalian nyari- nyari toko roti buat acara syukuran. ‘Kok sekarang nyari rotinya?’

Si mas bilang, ‘ya saking nganggurnya aja dek, nggak ngerti mesti ngapain lagi.’ Hahaha.

Duh, hari- hari seperti berlari seperti cheetah. Februari udah seprempat bulan. Masih ada sekian bulan lagi menuju hari H.

Dag dig dug dag dig dug.. bye!

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s