Selamat Lebaran

Haii.. bagaimana ramadhan kalian?πŸ™‚ sehat semua yaa.. hehe.

Ini bulan puasa pertama didampingi suami. Rasanya? Duh.. seneeeng banget. Yang kadang bikin sedih, dua minggu puasaan bareng, nggak pernah sekalipun nyiapin sahur dan buka si mas.:/ Seringnya malah dia nyiapin buat sahur, manasin lauk dan sebagainya sampai saya bangun. Ahh..

Pernah, malam pas kita laper tapi nggak pengen keluar uang.πŸ˜† Akhirnya saya nawarin buat masak mi, eh malah si mas yang masak. “Mas laper dek, kalau adek yang masak nanti nggak enak terus mas nggak jadi maem.”:/ Dan yaa.. harus diakui itu mi terenak yang pernah saya makan! Haha..

Jalan bulan ketiga dan merasa setuju dengan apa yang orang bilang : menikah seperti menaiki roller coaster! Kadang senang sedih bergantian dengan cepat. Malah, treatment yang sama bisa jadi effect nya beda. #halah

Minggu lalu tenggorokan saya sakit, tengah malam badan demam tinggi. Bolak balik ke kamar mandi buat ngompres kepala sendiri. Sengaja sembunyi- sembunyi supaya
si mas tetap tidur. Sudah capek dan nggak kuat, saya ambil es dari freezer yang suaranya bikin suami kebangun.

Setelahnya, sudah bisa diduga, si mas kuatir. Ngambilin baskom terus ngompresin kepala saya sambil merayu supaya mau diajak ke dokter. Jam 1 malam, suami berhasil, kita berangkat. Kata dokter, saya radang tenggorokan. Dan dua hari setelahnya sudah sembuh. Tapi tetap saja, si mas kalau pulang dan berangkat kerja pegang kepala saya sambil tanya : Pusing? Sakit tenggorokannya? Badannya enakan? Obatnya diminum? dan pertanyaan yang lain. Kalau saya marah karena dikira anak kecil, suami jawab : mas ini kuatir, dek!πŸ˜€

Tapi pernikahan tidak melulu manis. Kemarin kita sempat ngambek- ngambekan gegara burung si mas mati. Burung itu tangkapan hutan, baru beli seminggu lalu dengan harga yang bisa buat dompet kering. Si mas ngerasa itu salah saya, yang mesti ngambek kalau mas ngrawat burungnya dulu daripada merhatiin istrinya. Dan saya nggak mau disalahin. Yah.. semacam itulah. Haha. Tapi toh kita damai dengan cepat.

Ohya, pernikahan di bulan ketiga ini sudah semakin banyak yang tanya : sudah isi? #Eaaa! Jawabnya adalah belum. Itu bikin kami sungkan dan kikuk. Apalagi kalau dirumah ibuk mertua yang masakin segala rupa buat sahur, terus suami bilang kalau saya nggak ikut sahur dan puasa. Duh..😦

Semoga bulan depan. Semoga segera.πŸ˜‰

Ramadhan hampir berakhir.. semoga kita dipertemukan lagi dengan ramadhan tahun depan. Selamat mudik, hati- hati dijalan. Perhatikan keselamatan!

Selamat hari raya Idul Fitri.πŸ™‚ Mohon maaf lahir dan batin. ~Tutus (yang kini berkeluarga)

image

Alun- alun kidul kraton jogja, stok foto hanimun. Haha

2 thoughts on “Selamat Lebaran

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s