hujan

“Menurutku jumlah air di seluruh dunia itu tidak pernah berubah, selalu tetap dari waktu ke waktu.” kataku sambil memainkan air hujan menggunakan piring bergambar bunga.

“Menurutku tidak, air itu H2O, berarti dia bisa diurai kapan saja menjadi H dan O, pada saat itu air tidak lagi menjadi air.” jawab si pemain Harmonika.

Di Indonesia, cuman ada 2 musim dan yang paling favorit : tentu saja musim hujan. Saya termasuk salah satu yang anti beli jas hujan dan merasa percaya diri saja nggak bakal kehujanan di jalan. Meski seringnya gagal.:mrgreen: Tapi, nggak masalah kok kehujanan. Seneng malahan.

Yang nggak kalah menarik dari hujannya adalah Petrichor. Salah satu bau alami yang tercium saat hujan turun membasahi tanah kering. Bau itu membawa sekilas- sekilas gambar seperti film buram di kepala saya. Suasana hati jadi biru dan mellow seketika. Hehehe.. jadi nggak heran kalau lagu- lagu cinta banyak yang lirik atau videoclip-nya bernuansa mendung dan hujan. Sebut saja yang paling terkenal : It will rain – Bruno Mars atau Hujan -Utopia.

“Apa yang akan terjadi pada hidupmu 10 tahun lagi?”

“Yang jelas aku bukanlah air yang sama lagi. Walaupun mungkin aku akan berada di tempat yang sama. Aku akan mengalami segala bentuk penguapan, pembekuan, pengembunan, penyubliman. Aku akan berada dalam segala jenis wadah. Aku akan mengurai dalam perjalananku. Seperti hujan yang datang semalam, mungkin mereka pernah datang kesini sebelumnya, tapi aku yakin mereka sudah menjadi lebih dewasa dibanding terakhir kali mereka datang.”

Hujan membuat suasana jadi damai dan tenang. Terlepas dari semua kenangan- kenangan, hujan adalah alasan paling tepat untuk tidak meninggalkan kamar. Dari kamar saya, bunyi air kena genteng dan teras seperti lagu merdu. Hehe.. Jaman kuliah dulu pernah bolos gegara keenakan tidur pas hujan. Bisa dibayangkan hawa panas Surabaya, yang tiba- tiba disiram hujan, kan pas sekali untuk tidur.😀

Hujan bisa jadi ladang rejeki untuk beberapa orang. Puasaan kemarin, hujan turun pas kekasih dan saya belanja buat lebaran. Beberapa anak lari- larian dibelakang payung yang sedang disewa. Anak- anak lainnya ada yang sedang menjajakan payungnya, atau ada yang sekedar bermain air berkecipak dengan kaki- kaki mereka yang telanjang. Ahh.. Indahnya dunia anak, bahkan disaat mereka serba kekurangan dan mesti mencari uangpun masih bisa bersenang- senang. Seketika saya melihat diri sendiri, lalu berpikir untuk apa baju lebaran ini? Hujan barangkali membuat saya lebih empati.

Ada yang bilang, ketika kita berdoa, doa- doa kita ikut terangkat bersama butiran air. Dan ketika hujan, jawaban dari setiap doa kita menyusup ke dalam setiap butir air dengan amat misterius.

Belakangan ini hujan, belakangan ini jawaban- jawaban dari setiap doa berhamburan sembari terjun bebas, dan belakangan ini mereka semua hanya berakhir sebagai genangan yang disumpahi setiap pengendara di jalanan.

Ini bulan September yang kata orang Jawa sepi- sepine sumber, seharusnya menjadi puncak kemarau. Namun, hujan beberapa kali turun bulan ini. Hari Minggu kemarin, Kertosono hujan deras dan lama, ibuk cerita. Surabaya juga hujan hari Sabtu-nya. Orang bilang, artinya Tuhan bermurah hati dengan melimpahkan rejeki. Semoga benar demikian, bukan karena kita berbuat kerusakan pada alam.

😦 Meski saya suka musim hujan, tapi kalau ini terjadi karena bumi kita tidak sehat, kan sedih juga.

*Kutipan- kutipan diatas ditulis oleh Lulabi dalam bukunya AMBROSIA. Salah satu buku yang saya tamatkan berulang- ulang dan belum bosan. Malah, setiap membaca ulang, seolah- olah menafsir makna baru pada setiap tulisannya.

Day 6 of 30 days blog challenge ~ Your Favorite Season, And Why

4 thoughts on “hujan

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s