ALIF

Rabu (5/10) saya ketemu dengan Alif. Biru, nama murid, mengajak Alif untuk les di tempat saya. Dia baru kelas 6 SD dan daftar sendiri.

Bagi saya ini tidak biasa, wong yang SMA saja kadang masih didaftarin orang tuanya, ini masih SD! Percakapan berikutnya seputar rumahnya, sekolah, kelas, sampai akhirnya keceplosan buat tanya ibunya dimana.

“Ibuk di Kalimantan, sudah cerai.” Alif jawab polos sekali. Hati saya retak seketika.

Saya kira perceraian hanya ada di TV oleh orang- orang yang beralasan ‘sudah tidak cocok lagi’. Kini satu korbannya ada di depan mata. Saya tidak bisa banyak bicara, langsung dia pamit pulang.

Saudara dekat saya, yang baru menikah 1.5 tahunan juga sudah bercerai dengan suaminya.😦 Sedih? Pasti. Beruntungnya, saudara saya ini belum punya buah hati. Tapi tetap saja, itu jadi beban pikiran bagi keluarga.

Senior saya, yang sewaktu kuliah adalah pasangan tersempurna, pernikahannya bertahan hanya sampai putrinya TK. Saya

kaget sewaktu si mas cerita beberapa waktu yang lalu. Dikiranya kabar burung saja, ternyata malah statusnya sudah ‘bercerai’ di laman facebook.

Perceraian itu nggak mudah, dilalui untuk pasangan sulit, apalagi untuk anak. Jelas mereka tidak tahu apa- apa justru jadi korban utama. Bagus kalau orang tua nggak egois dan mikir diri sendiri.

Lihat saja Azka, putra semata wayang Deddy Corbuzier. Ia bangkit jadi anak yang berprestasi di youtube. Bahkan beberapa bulan lalu sudah menerbitkan buku tentang pengalamannya besar di keluarga broken home.

Atau, yang sekarang sedang jadi perbincangan khalayak, Ario Kiswinar Teguh. Betapa kerennya dia berbisnis yang Social Oriented. ODHA yang dipandang sebelah mata, direndahkan, malah ia diberdayakan. Meskipun, sekarang hidupnya sedang tidak mudah, dicap bekas anak oleh ayah yang membesarkannya 7 tahun.

Terlepas itu anaknya atau bukan, saya rasa ucapan begitu tidak pantas. Apalagi oleh seorang motivator nomor 1 disiarkan di TV nasional. Belum lagi yang diunggah di youtube sampai 4 bagian dan bisa ditonton berulang- ulang. Saya yang hanya sebagai pengamat sedih, apalagi yang mengalami.

Sudah ah.. ini kok jadi ngelantur kemana- mana. Intinya, masalah apapun dengan pasangan Anda, selesaikan dengan baik. Tidak ada orang yang sempurna. Kalau Anda pernah berpikir, “mungkin menikah dengan mantan (atau orang lain) akan menjadikan pernikahan lebih mudah.” Itu salah besar!

Kate Kerrigan bilang di bukunya Recipes for a Perfect Marriage : Kata orang, tidak ada yang namanya perkawinan sempurna, tetapi menurutku ada… Yang tidak ada adalah perkawinan yang mudah.

*Saya menulis ini sambil kepikiran Alif, murid saya, dan Alif- Alif lain di luar sana. Semoga mereka kuat menjalani kehidupan dan selalu bahagia. Amin🙂

2 thoughts on “ALIF

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s