tiket berdiri dan daster pertama

Sabtu (1/10) lalu, saya ke Surabaya sama Pakdhe,  yang kebetulan mau nyariin laptop buat anaknya.Belinya tiket kereta dadakan, jadi kami dapat tiket tanpa berdiri. Hoho. Ini menarik untuk diceritakan.

Di Kertosono kami beruntung dapat duduk tapi sedikitpun merasa nggak tenang. Saya yang biasanya mudah tidur jadi siaga sepanjang jalan. Stasiun Sembung, perhentian pertama, langsung merasa cemas, kuatir, kalau- kalau diusir sama pemilik kursi.

Di stasiun berikutnya, penumpang semakin banyak tapi kami masih aman. Sampai, tibalah Stasiun Curah Malang. Awalnya saya lega, karena yang naik cuman 4. Eh, malah 4 orang inilah empunya kursi.:/

Beruntungnya ada bapak- bapak baik hati yang mengijinkan saya duduk di tempatnya. Jadi saya hanya berdiri 1 stasiun saja. Kebetulan bapak tadi turun di Krian (2 stasiun berikutnya), sudah duduk sejak Blitar dan pegel pengen berdiri. Alhamdulillah.🙂

Hampir jam 11 saat sudah sampai Gubeng. Si mas nungu di depan stasiun, malah sejak jam 10, karena di rumah nggak ada orang, katanya. Kami bareng- bareng makan siang sambil nunggu Mbak Win dan lanjut beli laptop ke Hi- Tech. Matahari tepat diatas kepala saat kami muter- muter cari ekspedisi yang sesuai untuk ngirim laptopnya ke Samarinda.

Selesainya, mampir juga ke rumah Mbak Win dan Pakdhe ditinggal disana. Hehehe. Jam 4 lebih saya dan suami sampai rumah, setelah makan di warung Padang. Bisa ditebak setelah itu kami tepar, tidur sampai langit gelap.

Malam Minggu yang menyenangkan meski duduk ngobrol di rumah saja. Yang dilakukan pertama adalah buka paketan buku. Setumpuk buku yang isinya dongeng anak. “Bukunya sudah banyak, anaknya belum ada.” Saya bilang sama si mas. “Nggak apa- apa,” jawabnya.

Pas ibuk sampai rumah, tiba- tiba ngasih daster. “Di rumah pakai ini loh, Nak. Adem. Ndang dicoba dulu.” Heyyaa… Itu jadi daster pertama. Lucu rasanya.😀 Warnanya putih gambarnya balon- balon pink, model roknya lebar sekali. Pokoknya persis lah kayak anak TK. Si mas bilang sambil ketawa, “bagus, dek. Sudah, jangan pakai celana pendek sama kaosku lagi.”:/

Setelahnya, kami masih ngobrolin rencana ke Malang sampai akhirnya masuk kamar, dengerin radio, nyanyi- nyanyi, dan menikmati malam.:mrgreen:

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s