reaction to BAD music video

Kepala sedang banyak unek- unek sejak nonton music video karya Young Lex dan Awkarin dengan judul BAD. Tahu?

Mereka bilang diriku tak berguna. Tapi sejak remaja. Ku tak pernah meminta. Biaya untuk bergaya. Bukan duit dari orang tua. Lulus sekolah tak mau manja. Ku kerja tuk biaya kuliah.

Di sisi lain, mereka jujur di lagu ini. Tapi caranya menampilkan yang saya kurang sependapat.😦 Bangga telah menjadi anak nakal ini loh, yang bikin nggak sreg. Malah kalau boleh jujur, lebih bagus parody nya dengan judul Good.

Saya heran, apa yang bbisa dibanggakan dari kenakalan? Lalu merasa telah berhasil, hanya dengan mampu bergaya tanpa duit orangtua. Menganggap masih dalam batas wajar berbicara kasar asal bebas narkoba.

Halo? Banyak loh yang berprestasi, santun bertutur, punya duit hasil kerja sendiri, mandiri, sekolah dapat beasiswa, dan blah blah blah yang bikin orang tua bangga. Malah keluarga, sekolah, teman,dan orang- orang yang mengenalnya juga turut senang

Dari lagu itu saya bisa menyimpulkan, bagi mereka menjadi apa adanya adalah dengan bertingkah semaunya. Menantang budaya ketimuran yang dijunjung masyarakat kebanyakan layaknya prestasi tersendiri. Menunjukkan nilai diri, “iniloh remaja dengan tato dimana- mana, omongan kasar, bisa hidup, dan berkarya. Kamu nggak apa- apa kok jadi dirimu sendiri.”

Gue cuma pengen tetep jadi apa adanya. Dari pada disukai tapi munafik aslinya

Tapi menjadi diri sendiri nggak harus seperti itu! Menjadi baik itu bukan semata pencitraan. Menjadi baik itu bukan kepura- puraan. Menjadi baik bukan berarti munafik. Masing- masing orang merdeka dan berhak memilih menjadi diri sendiri yang seperti apa.

Tapi pilihannya semakin menyempit. Tidak banyak siswa dengan karya segudang yang merajai social media. Boro- boro main instagram, snapchat, dan youtube, waktunya ia gunakan untuk hal lain yang manfaatnya lebih banyak. Ya kan?

Akhirnya apa? Selebgram danΒ vloggerΒ macam Awkarin, Young Lex, atau Anya Geraldine justru cenderung lebih banyak pengikutnya. Jangan heran kalau foto- foto ala pasutri oleh anak berseragam sekolah (bahkan ada yang masih SD) bertebaran. Lihat saja idolanya seperti itu.:/

Kita sebagai penonton diminta untuk menyaring mana yang baik dan patut. Sedangkan para creator nya mengatasnamakan “karya”menyuguhkan perilaku yang sekehendak hatinya. Kalau pernah populer ‘youtube youtube youtube lebih dari TV’, saya makin nggak setuju, ah.

Saya bukan siapa- siapa, tulisan ini nantinya juga hanya saya yang baca. Ini untuk mengingatkan diri sendiri saja. Nanti saya akan jadi orang tua, hal- hal semacam ini bikin lebih banyak belajar.

Terakhir, saya mau pesan ke adek- adek yang kesasar di tulisan ini. Carilah figur yang pantas diidolakan. Salurkan keingintahuan dan waktu kalian ke jalan yang benar. Ingat, benar itu ada 3 : benar sesuai Firman Tuhan, benar menurut nilai umum, dan benar sing sakkarepe dewe. Jangan pilih yang terakhir.πŸ™‚

14 thoughts on “reaction to BAD music video

    • kalau karyanya seperti itu, saya juga benci karyanya. hehe.πŸ˜€ malah orangnya sih nggak masalah mau gimana juga terserah, yang bikin kesel karena mereka begitu dan terkenal.:/

      • Wah ini cepet banget dibales komennya, luar biassaaa.

        Justru biasanya karyanya tetep bisa dinikmati meski orangnya kita benci. Kalo dari penilaian pribadi, menurutku sama kayak Ariel Noah, Ahmad Dhani dan Andhika Kangen Band. Aku nggak suka sama pribadi mereka, tapi karyanya masih kunikmati.

        • haha. lagi online soalnya.πŸ˜€
          ya setuju kalau karyanya semacam itu.
          btw, ini masnya pernah nonton bad apa belum? hehe. kalau sudah pasti tahulah, kenapa karya macam ini tidak layak disukai.πŸ™‚

          • πŸ˜€ musiknya memang gampang diingat.
            tapi kalau liriknya begitu. kan nggak banget. hhoho masih ada lagu lain yang lebih layak didengarkan.

          • Betul betul. Tapi kalau sudah masuk ranah selera, jadi urusan pelik. Lagu Bad mereka, bukan berarti bagus sekali, tapi masih bisa dinikmati. Secara musikalitas, yang lebih busuk dari mereka ada banyak, meski yang lebih bagus juga lebih banyak. Lagu Bad ini jenis lagu yang biasanya didengar beberapa kali, kemudian terlupakan. Yang membuat gaduh sepertinya reaksi para pembenci dan pakar etika yang akhirnya membuat lagu busuk mereka, digunjingkan banyak orang ya, macam kita.

  1. Yakk….. siapa yang nyasar ke tulisan ini “adek-adek?”.

    Emang efek canggihnya teknologi sih Tus, tapi apapun yg impact nya ngga bagus ya jauhin aja.

    *eh tapi aku belom nonton, serius. Mana link nya?πŸ˜›

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s