Short Escape to Batu – Malang #1

Akhir bulan lalu, sebagai hadiah ulang tahun, si mas ngasih saya screenshot bukti booking Solaris Hotel. Senang? Pasti! Dirancanglah perjalanan kami sepanjang Sabtu (8/10) dan Minggu (9/10) ke Malang dan sekitarnya.

Setelah seminggu penat mikir anak- anak mid semester dan jadwal yang berantakan karena nyesuaiin jadwal ujian mereka, saya bebas tugas hari Jumat. Sampai Surabaya, kereta jam 7 malam. Nah, si mas ada praktikum dan Surabaya masih hujan.:/

Awalnya, sempat pengen coklat panas di stasiun tapi urung, keburu makin lebat hujannya. Jadilah pulang dan cari maem yang lebih niat, porsi besar maksudnya. Soto Ayam Kuswanto yang jadi pilihan kami. Warung ini punya sejarah panjang si mas dan ayahnya.

Paginya, kami packing dan sarapan sebelum memulai perjalanan. Namun, hujan menghadang. Ini musim hujan dan waktunya sangat tidak tepat untuk berlibur.πŸ˜€ Apalagi ke kota di atas gunung yang otomatis curah hujannya lebih tinggi dan tidak terprediksi.

“Mas, kita ini mau senang- senang ya? Apapun yang terjadi mesti happy kan ya?” Dan komitmen ini kita bawa hingga tiba di rumah keesokan malamnya.πŸ™‚ Disinilah perjalanan kami dimulai.

Molor setengah jam dari rencana, kami berangkat setengah 9. Belum keluar Surabaya, hujan kembali datang keroyokan. Sempat cerah saat masuk Porong. Lalu kembali mendung setibanya di Singosari. Niat awalnya adalah ke Malang, ngejar jam operasi Bis Macito (Malang City Tour) tapi batal karena sudah menunjuk 11 siang (bis hanya sampai jam 12).

Kami lapar dan lelah, daripada cari makan di Malang kami pilih ke Karang Ploso. Gerimis kembali menghadang, ketemu Bebek Sinjay di pinggir jalan dan mampir. Beruntungnya, kami sudah di dalam warung saat hujan semakin lebat.

Karena merasa sudah terlalu lama di warung, kami nekat mengarungi gerimis menuju hotel untuk check in. Terlalu cepat satu setengah jam dari jadwalnya tapi karena kamar sudah siap, jadi bisa dihuni. Hoho.

Perut kenyang, kamar nyaman, dan pasangan bahagia adalah kombinasi yang pas. Hujan diluar makin mendukung kami untuk menikmati waktu.πŸ™‚ Si mas bilang, “kayaknya kita mesti sering- sering liburan begini ya?” Iya! Setuju!

Jam 4 kami masuk Museum Angkut Batu. Salahnya adalah nggak bawa tongsis (atau semacamnya), jadilah foto berdua nggak kelihatan landscape-nya, hanya muka saja.:/ Itupun susah banget fotonya karena kalau si mas berdiri tegak saya nggak masuk frame, dan sebaliknya.

img_20161008_155947

saya jinjit si mas nekuk kaki supaya bisa foto dengan tulisan museum angkutnya

Satu hal yang saya suka dari museum ini adalah adanya toilet di setiap tempat! Ini penting loh. Lokasinya sangat dingin ditambah dengan suasana gerimis, bikin kami sering BAK. Toiletnya juga bersih. #iniulasanmacamapa

Beberapa counter makanan juga ada di dalam disertai tempat duduk yang nyaman. Menunya juga dibandrol dengan harga lumayan. Coklat dan capucino panas juga snicker yang biasa saya beli di stasiun 8 ribu, disitu 10 ribu.πŸ˜€

c360_2016-10-08-16-41-21-188

foto di depan miniatur menara eiffelπŸ˜€

Saya mesti bilang kalau ini museum terbagus yang pernah saya kunjungi. Biasanya kan museum identik dengan benda lapuk berdebu dan usang. Nah yang ini, meski yang disajikan sama, tapi bungkusnya istimewa.

Di salah satu lokasi yang ada patung ratu Inggris (saya bahkan nggak tahu nama gedungnya), kami sempat naik kereta yang ngelilingi ruangan itu. Nggak mau kalah sama anak- anak yang berebut duduk. Kami disitu sampai hujan sedikit reda, jam setengah 8 malam.

collage_20161011104351977_20161011104413227

selfie untuk membunuh waktu

Suami bilang begini, “lama- lama terjadi pergeseran, dek. Kalau dulu orang masuk museum bikin laporan apa yang didapat, keluar bisa punya ilmu baru. Sekarang? Duduk situ, pose, cekrek. Duduk di tempat lain, pose, cekrek. Keluarnya, laporan ada di instagram jadi foto hits.”πŸ˜€

Bersambung…

Day 5 of 30 days of me ~ A Picture You’ve Been To

6 thoughts on “Short Escape to Batu – Malang #1

  1. Waduh, jadi iri kalo baca cerita jalan-jalan sama pasangan. Soalnya saya belum di bolehin ibunya pacar, karena belum sah. Iya juga sih, daripada terjadi fitnah di antara kami.

    Meskipun hujan, tapi banyak yang ngadain pesta pernikahan bulan kemarenπŸ˜€. Komen macam apa ini gak ada nyambungnya sama sekali dengan postingan.

    • Hehee.. saya sewaktu masih pacaran jg nggak kemana2. Makany, pas nikah dipuas2in lah jalan, mumpung blm banyak tanggungan. 😊
      Ya bulannya memang bagus.
      Salam kenall.. 😊

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s