Short Escape to Batu – Malang #3

Si mas cium tangan saya dan tersenyum, “pertanyaannya loh. Adek tahu dewe-lah jawabannya.”

Saya ketawa. Bagaimanapun yang sudah terjadi ya biar saja. Toh akhirnya laki- laki ini memilih saya jadi teman bertualangnya mengarungi kehidupan.🙂

Turun dari bianglala, kami lapar. Sewaktu di atas tadi sempat lihat Ayam Bakar Wong Solo. Seporsi ayam bakar dan cumi hitam jadi menu makan malam kami.  Dua pengamen menyanyikan lagu Letto kesukaan saya. Bikin malam yang indah jadi makin indah.

Turun dari Batu, langsung menuju hotel. Sepanjang jalan, hanya motor kami yang melintas. Awalnya mengira salah jalan tapi tidak, sepinya memang karena sudah malam. Naik turun yang curam, pemandangan kota serupa bintang- bintang dari kejauhan, dan doa- doa keselamatan mengiringi kami meninggalkan Batu.

Sampai kamar, langsung bersih- bersih badan dan menikmati sisa malam.😀

Kebangun pagi karena suami melilit saya seperti sulur parasit taliputri ke inangnya. Si mas kedinginan dan katanya, badan saya hangat. Sambil bisik- bisik, “mas nggak mau renang, dek.” Ya.. jadilah,  baju renang yang sudah disiapin nggak kepake.:/

Jam 6 adalah waktu sarapan di hotel. Wew! Kami makan kenyang sampai tiga ronde. Dalam urusan jamuan hidangan, Solaris Hotel jawaranya!

collage_20161012112647892

Ronde pertama : bubur ayam, kentang goreng, dan roti selai. Ditambah teh hangat dan jus jambu.

Ronde kedua : nasi goreng, capjay, mi goreng, dan ayam bumbu kecap.

Ronde ketiga : sereal plus susu, roti panggang, jus jeruk, dan refill teh.

Sewaktu makan kami berdiskusi panjang tentang rencana mau nambah liburan kemana. Ke Malang buat naik macito atau balik ke Batu, lihat Batu Secret Zoo? Sempat rencana ke Selecta atau Coban Rondo juga.

Nah, saat tiba di kamar, kami kekenyangan. Alih- alih mau nyobain wisata lain, malah nonton tv dan tidur. Saya rasa tidur kami nggak lama, tapi  badan sudah kembali segar. #efekkamarnyaman

Langit cerah, jam 11 kami check out hotel, nitipin tas, dan berangkat ke Malang. Tujuan utamanya adalah cari oleh- oleh : Malang Strudel. Si mas yang katanya hapal jalan malah kesasar. Setelah muter- muter, nemu juga lokasi tepatnya berkat bantuan GPS. Hoho.

Varian di counter ini hanya tinggal Mix Fruit dan Choco Banana, kami beli 5 bungkus. Mbak penjualnya bilang kalau ada pusatnya di Jalan Songsoh setelahnya pasar Singosari. Nah, nanti kami akan beli varian lainnya disana.

Destinasi berikutnya adalah Bakso Presiden, kami kembali muter- muter di jalanan Malang. Ternyata warung yang terkenal itu letaknya mepet sekali dengan rel kereta! Dan antrinya Masha Allah. Untuk semangkuk bakso, si mas harus berdiri setengah jam, lebih lama dari antrinya bianglala.:/

20161009_120907

Bersambung…

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s