Short Escape to Batu – Malang #4

Ada beragam menu bakso yang ditawarkan. Saya lupa pilih yang mana, hehe. Wajar kalau antrinya begitu lama, baksonya sangat memuaskan! Tapi kalau boleh jujur, nggak mau balik kesitu lagi. Hehe. Antri dan lamanya bikin nggak betah saya.

20161009_121949

Karena letaknya di sebelah rel, jadi sekalinya ada kereta lewat getarannya terasa.πŸ˜€ Seru, bahkan di stasiun, saya nggak pernah sedekat itu dengan kereta yang sedang melaju kencang. Peringatan untuk yang bawa anak- anak kecil, jangan terlena dengan baksonya, awasi anak Anda.πŸ™‚

Beruntung Malang hawanya sejuk ditambah gerimis, jadi makan bakso dikelilingi orang yang sedang antri tetap nggak gerah. Coba kalau di Surabaya. Baksonya aja sudah bikin keringetan apalagi sekumpulan manusianya.

Cabut dari Bakso Presiden, lanjut ke rumah Pakpuh di Karang Ploso sekalian arah pulang. Sekali lagi kami diguyur hujan. Hehe. Berteduh sebentar tidak menjadikan reda, jadi ya nekat saja.

Sampainya, rumah Pakpuh sepi, kami ketuk berkali- kali masih nggak ada tanggapan. Pas hampir putus asa dan pulang, eh ada suara pintu dibuka. Alhamdulillah.:) Pakpuh sedang istirahat sehabis makan, maem, dan minum obat. Beliau sakit darah tinggi dan kolesterol. Semoga lekas sembuh, pakpuh.

Cuaca mendadak terik, jadi mumpung ketemu matahari, selama di rumah pakpuh saya jemur helm dan jas hujan, meski nggak lama.

Pulangnya, kami ngambil tas di hotel, lanjutin lagi jalan ke pusat Malang Strudel. Langit gelap padahal masih jam setengah 2 an. Mendungnya penuh dan gerimis terus menerus saat kami mulai masuk pasar Singosari.

Kumpulan manusia penuh sesak di antrian kasir. Belum lagi yang berjajar didepan rak strudel-nya karena semua varian habis.:/ Menunggu beberapa lama sampai datang strudel yang baru. Itupun, bis- bis penuh berisi pembeli baru tak henti- hentinya datang.

Sambil menungu, saya keliling cari oleh- oleh lain. Nemu proll tape kesukaan ibu. Ada juga pancake durian, sayangnya nggak dijual dalam wadah kecil.😦 Padahal yang suka cuma saya, kekasih nggak.

Strudel baru datang, si mas berebut dalam antrian. Dapat lagi 2 kotak. Perjuangan belum berakhir disitu, masih ada antrian kasir yang harus ditembus. Kami cuman beli 3 kotak harus antri di belakang banyak orang yang rata- rata belinya 25 kotak atau lebih. Bayangkan.

Saya nunggu si mas di depan mushola, tempatnya crew strudel istirahat. Hujan semakin lebat dan suami belum juga muncul sampai setengah jam kemudian.πŸ˜€ Perut kembali lapar tapi masih belum pengen mengarungi jalanan.

20161009_150436

sebelum pulang, narsis dulu

Bersambung…

2 thoughts on “Short Escape to Batu – Malang #4

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s