Short Escape to Batu – Malang #5

Berangkat dari Malang Strudel tanpa jas hujan, berharap gerimisย  semakin jarang. Nyatanya, belum 1 km perjalanan kami terhenti, hujan semakin menjadi. Sengaja berhenti Indomaret, saya pengen susu dan snicker. Suami beli bakso di sebelahnya, buat ngganjal perut.๐Ÿ˜€

Selanjutnya kami membunuh waktu dengan berbincang. Hujan lebat sekali, jalanan bahkan sampai banjir. Debit air terlalu besar, sedangkan salurannya dipenuhi penyumbat, jadi genangan air dijalan bertambah banyak dan terlalu berbahaya melanjutkan perjalanan.

Kami nggak tahu sudah berapa lama tertahan, mungkin 1 jam atau lebih. Hujan belum sepenuhnya reda tapi masih mendingan untuk lanjut. Mantel siap dipakai, motor kembali dipacu.

img_20161009_155845

Melewati flyover yang banjir membuat saya berpikir keras. Bagaimana mungkin di tengah flyover, air menggenang hingga separuh motor scoopy (lebay ini sepertinya). Tidak ada lagi alasan yang lebih masuk akal selain sampah bikin jalan air terhambat. Akibatnya, arah Surabaya – Malang macet panjang.

Celana saya sepenuhnya basah. Beberapa bagian baju juga. Posisi saya nggak seberapa nyaman, karena antara suami dan saya ada setumpuk strudel.:/ Hampir tiap 5 menit, suami manggil, “dek..” untuk memastikan saya tidak tertidur. Lagipula bagaimana mungkin saya bisa tidur?:/

Kami menjumpai matahari hampir tenggelam di Pandaan, cuaca cerah sekali. Itupun tidak lama, hujan kembali hadir malah makin lebat. Di salah satu ruas jalan Sidoarjo air sungai bahkan meluap ke jalanan, bikin bau.:/ Sepanjang Sidoarjo, saya tanya ke mas, “depan itu perempatan (maksudnya bundaran) Waru, bukan?” Suami dengan sabarnya bilang, “belum, dek.”

Perut keroncongan, si mas tahu cara mengembalikan mood saya : Pizza.๐Ÿ˜€

Saya : ph basra (basuki rahmat) mas.
Mas : Nggak ada, disitu adanya mcd apa kfc.
S : ph DBL Arena kalau gitu.
M : boleh juga.
S : aku pernah kesana sama mas kan?
M : kapan? Nggak pernah kayaknya.
S : oh, mas yang lain berarti.
M : yasudah kita ke ph basra aja.
S : (ketawa)

Di PH kami serba canggung. Lah, sewaktu saya jalan ke toilet dan balik ke meja lagi, diikuti mas- mas ngepel lantai. Begitu juga sewaktu suami ngambil salad.:/ Malah pas antri bayar di kasir, saya lihat supervisor negur pelayannya karena kursi dan lantai di tempat yang kami tinggal basah. Masnya jawab, “ini sudah saya pel dua kali loh, Pak.” Ahh.. makin merasa bersalah saja.

Sampai rumah tepat jam 8 malam. Langsung bersih- bersih bawaan dan badan. Tubuh sudah remuk nggak karuan, capek. Sudah nggak pengen mengulur waktu lagi, langsung ambruk ke kasur dan terlelap.

Paginya, bebunyian atap karena hujan deras bikin bangun dari tidur. Pas buka mata, melihat si mas yang sudah duluan lihatin saya. Lalu kami sama- sama melempar senyuman.๐Ÿ˜‰ Tahu kan maksudnya?

End.

24 thoughts on “Short Escape to Batu – Malang #5

  1. Kapan ya itu jln dari batu mw balik ke malang jg gitu. Hujan dereess reesss..
    Naik motor pake mantel kan pegel tuh pinggang yaa. Nekuk2 ga karuan.
    Salam kenal y mbk…
    Mbk org Malang?
    Aku suka sama kota Malang & Batu๐Ÿ™‚

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s