Dari Pantai ke Pantai #5

Meski mempunyai ombak besar, Banyutibo relatif lebih aman untuk bermain air. Sayangnya, untuk turun dan bisa leluasa menyapa ombak hanya berlaku pada jam- jam tertentu. Dan saya beruntung karena tiba tepat saat pantai mulai surut.πŸ™‚ Jadi, bagi yang mau berkunjung ke Banyutibo dan kepengen merasakan sensasi bermain di pantai, pastikan Anda datang di jam setengah empat – an atau lebih.

jxzk2xqfgr-img_1635

Bapak dan Bunda bilang, “nggak usah lah, Mbak.”

Sementara Dek Afam ngeyel, “mumpung pun sampai sini loh, Bund.”

Meskipun masih meragu, kami berlima diyakinkan oleh sepasang pengunjung, yang dengan cerianya berlarian menenteng kamera, bergulung- gulung di tengah ombak. Tiga mas- mas pemandu juga menganggap deru ombak bagai kawan lama yang dijumpai dengan suka cita. Intinya, menegaskan bahwa meski ganas, pantai ini aman!

Sebelum turun, saya lagi- lagi tanya pemandu, “aman beneran mas? Saya sama adek ini?” Nunjuk Dek Fifi.

Eh malah masnya ngasih bukti dengan lari ke arah ombak. Berenang- renang, lalu kembali lihat saya, dan teriak, “tuh kan! Aman mbak! Tenang saja!”πŸ˜†

Sebelum turun, kami bagi tugas, saya pegang action cam, Dek Afam hape. Sementara Dek Fifi tugasnya hanya pegangan dan peluk saya rapat. Ya karena si kecil ini yang paling dikuatirkan. Pertama kali turun, ombak setinggi pahanya, kalau dia nggak pegangan saya terus kebawa ombak bagaimana?😦

Pasir pantai mengingatkan saya pada film DOTS. Sungguh!Adegan Dr Kang lari- larian dikejar Si Jin masih nempel di kepala. Hanya saja di film ombaknya tidak sebesar ini dan disini tidak ada bangkai kapalnya. Hoho.

20161020_154158

difoto sama bunda dari atas

Puas berpose di pantai, kami naik ke tebing air terjun. Bebatuannya licin tapi tidak perlu kuatir karena sudah dibuat semacam pahatan untuk kaki berpijak.πŸ™‚ Masnya menawarkan untuk ngambilin gambarnya, supaya semuanya nggak dalam versi selfie. Baiknyaa..

DCIM101MEDIA

Ini pengalaman paling menegangkan selama saya mengunjungi Pacitan.

jxzk2xqfgr-img_1643_1

betapa kecilnya kita dihadapan alam.πŸ™‚ lalu apa yang bisa disombongkan?

jxzk2xqfgr-img_1647_1

foto lagi mas, hadap sini!

Tidak hanya pantainya yang menawan. Makanan disini juga maknyuss! Harganyapun relatif terjangkau, Bunda sampai ngecek ulang, jangan- jangan salah hitung karena untuk kami ber-6 habis 120 ribu. Padahal menunya 2 ikan bakar, 2 lobster, belum lagi nasi, mi instan, dan minuman seperti susu, dua kelapa, juga Fanta. Warungnya dipojok paling atas dekat dengan papan menuju Pantai Kijingan.πŸ™‚ Masakannya enak, penjualnya ramah pula.

jxzk2xqfgr-img_1617

mak dibelakang saya, nggak mau difoto karena masih maem.πŸ˜€

Ngomong- ngomong, Pantai Kijingan bisa ditempuh dengan jalan kaki dari pantai ini. Katanya, di sana ombaknya lebih ramah. Pantainya luas dan cocok untuk berenang. Kami tidak sempat kesana karena sudah sore dan mendung tiba- tiba datang. Saatnya untuk pamit menuju pantai berikutnya.

Bersambung…

 

12 thoughts on “Dari Pantai ke Pantai #5

  1. Daerah wisata biasanya harga warung makannya mahal. Tapi di Klayar dan bayu tibo masih murah. Kalau di teleng ria jangan kaget karena di sana harganya bisa 3x lipat

    • ohh iyaa kang.. dulu saya ke teleng ria bawa bekal makan disana. tapi sempat lihat harga kaosnya.πŸ˜€ lumayan. malah mending di goa gong kalau beli kaos. hehehe

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s