Sky dan Peran Aktif Orang Tua

Menuruti rasa ingin tahu anak memang ribet, apalagi kalau pertanyaannya tidak terduga. Seperti yang pernah ditanyakan murid saya, “mengapa burung bisa terbang, tapi ayam yang juga punya sayap tidak?”atau yang seperti, “mengapa katak kakinya 4 melompat sementara sapi tidak?”

Saya jawab, “ya itu takdir nak, kamu punya tangan dua tapi nggak gelantungan di pohon, kan?”πŸ˜†

Serial Sikovlog di kanal Youtube milik Ernest Prakasa memantik ingatan saya tentang percakapan diatas. Apa pasal? Putrinya, Sky Tierra Solana berusia 6,5 tahun dan bertanya begini pada Bapaknya : “How many money do you have?”

Saya kaget dan ketawa, apalagi yang ditanya.πŸ˜€ Untuk apa bocah cilik ini tanya jumlah uang bapaknya? Benar- benar pertanyaan tidak terduga, sesuai judul sikovlog-nya.

Di seri lain, pertanyaan yang terlontar spontan lebih mengejutkan lagi: “Why do you choose mommy to be your wife?”

Wow!πŸ˜€ Ibunya, Meira, bahkan bilang Sky seperti remaja 17 tahun yang terperangkap di tubuh bocah umur tujuh. Memang! Ini anak cerewet tapi kalimatnya cerdas. Bahasa Inggrisnya pun maut. Hehe. Saya suka sekali dengan keluarga kecil ini.

sky2

Mengikuti instagramnya, saya makin tahu lagi kalau Sky adalah atlet Gymnastic dan penari balet. Mungkin dua aktifitas itu saling berhubungan karena sama- sama mengandalkan kelenturan badan. Dan beberapa hari lalu, satu fakta bikin saya sadar : tiada gading yang tak retak.

Sky lemah membaca di usia yang ke 7. Hebatnya, Bapaknya berpikiran terbuka. Ini saya sepakat. Masing- masing anak mempunyai bakat berbeda dan barangkali Sky memang ahli di bidang motorik. Mustahil anak ini dibilang tidak cerdas hanya karena lemah membaca.

Menurut apa yang pernah saya baca, kemampuan untuk baca, tulis, dan hitung (calistung) bukan hal wajib sebelum SD. Sayangnya, itu tidak berarti kini. TK bahkan bersaing mendapat murid dengan melakukan colong- colongan jam mengajar calistung. Padahal kurikulum jelas mengatakan bahwa bermain untuk melatik sensorik (atau motorik, ya?) halus persiapan menulis diutamakan pada tahap ini.

sky

Fenomena nikah muda memperbanyak figur orang tua yang belum memiliki kesiapan cukup. Meskipun, dewasa bukan masalah umur. Di lingkungan saya, beberapa mama muda, maunya praktis dan instan. Anak nangis sementara kerjaan rumah banyak, lah daripada ribet, sodorin hape saja. Lalu selanjutnya yang terjadi adalah anak menjadi ketagihanΒ  gadget.

Ini bukan perkara mudah. Mengatasi ketergantungan gadget pada anak diperlukan kekreatifan orang tua. Dan disinilah saya salut dengan salah satu pola didik yang diterapkan Ernest dan istrinya untuk Sky. Program digital diet bisa dicontoh untuk siapa saja dengan masalah serupa.

sky3

Sudah ah jangan terlalu panjang, ini akan jadi tema tulisan di Majalah Kertosono edisi depan. Hehe. Oh.. saya makin setuju dengan ungkapan ini : Sejatinya sebutan kota itu bukan hanya dinilai dari bentuk bangunan fisiknya saja. Namun yang utama adalah kualitas sumber daya manusianya. ~ kertosono.net

Lihat saja, di salah satu sudut Kertosono ada tempat pelatihan menjadi orang tua kreatif. Pengampunya seorang perempuan cantik seumuran saya, lulusan S2 PAUD yang mengabdikan diri untuk anak- anak. Bocoran saja : dia akan menjadi narasumber untuk tulisan di MaKer. Nantikan ya.πŸ™‚

gesa

silakan follow @rumahkreatifkharisma

19 thoughts on “Sky dan Peran Aktif Orang Tua

    • iyya mbak, karena ortu melihat kalau anaknya lebih awal calistung nantinya lebih mudah dapat sekolah dan mungkin menyerap pelajaran sd dengan lebih baik. padahal belum tentu juga. calistung sebelum waktunya boleh, asal anaknya sudah siap.
      terimakasih mbak..πŸ™‚

  1. kata kuncinya kekonsistenan antara ayah dan Ibu ya, mbak?
    karena, kalau dengar cerita teman2, terkadang apa yang sudah disepakati oleh berdua untuk diterapkan pada anak, ternyata ada salah satu pihak entah ayah atau ibu yang kelupaan/tidak konsisten,, itu membuat anak bingung dan jadi gak nurut, hehe,,

    sepakat mbak sama kuotenya kertosono.net, saya pengen nambahi ala-ala saya aja,, hehe, Bahwa “Ukuran tingginya kualitas sebuah peradaban bukan dilihat dari bagusnya kota atau bangunan, tapi dilihat dari kualitas manusia yang berpikir,”

    Cmiiw,, hehe

    • Ohh.. ya faktor itu penting sekali mbak.πŸ˜€ anak kan cerminan dari orang tuanya. dan jadi orang tua nggak ada sekolahnya, ini mungkin yang membuat kadang kelupaan dan nggak konsisten kasih wejangan ke anak.πŸ˜€ *soksokanpakarparenting *anakajabelompunya
      Uwwoo.. sipp itu mbak. bica dipakai lebih general, nggak cuma buat kertosono aja.πŸ˜€

  2. Ngeri bngt tu bocah nya ernest yak.. wkwkπŸ˜€
    Emang mba, masih kcil gmpang bngt nyerep pelajaran, ingatannya msh kinclong.

    Vlog nya ernest : sikoplok, ya? Klau pake bahasa indo nya mah :v

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s