Romantisme dan Cinta

Padahal, sejatinya, cinta bukanlah romantisme. Justru, romantisme adalah musuh dari cinta. Romantisme juga menghambat lahirnya cinta yang sesungguhnya. Tayangan sinetron dan lagu-lagu cinta telah mengajarkan kita kesesatan berpikir yang membuahkan penderitaan sia-sia dalam hidup kita. ~ Pendidikan sebagai Penipuan [rumahfilsafat.com]

Saya senang sekali kesasar di rumahfilsafat.com sewaktu mencari- cari referensi untuk tulisan “pendidikan, pentingkah?”. Kutipan diatas misalnya, kalau dibaca- baca ulang, rasanya memang benar juga.πŸ˜€ Waktu pacaran, hal- hal romantis ada hampir setiap saat tapi saat menikah berbeda. Sungguh.

Beberapa kali baca tulisan Mbak Ida tentang Mas Heri yang perhatiannya sering buat ngiri.πŸ˜€ Selalu mengangkat telpon pada deringan pertama, mengingatkan makan, dan banyak lainnya. Tapi ya sebanding, karena apa? Istrinya hapal jadwal suami, lah saya? Sering lupa, kapan masnya masuk pagi atau agak siang, ada praktikum yang bikin lembur atau pulang biasa. Hehe.

Sebanding juga dengan si Mbak yang rela Bogor – Bali demi menumpas rindu.

Ini bikin saya salut! Banget! Lah saya? Jarak dua jam perjalanan saja masih mikir puluhan kali yang akhirnya karena kesibukan ini itu malah nggak kunjung ketemu. Yes, terakhir sama si mas 10 Oktober, lah ini sudah ganti bulan dan kelewat tanggal.😦

Karena jarak dan nggak setiap hari saling bertatap, sering kami marahan. Meskipun nggak pernah lama dan  ujung- ujungnya pasti guyon lagi. Tempo hari misalnya, saya marah karena Rabu malam si mas ketiduran. Ini biasanya jadwal kami telponan. Kamisnya, sepagian si mas chat dan saya cuekin.πŸ˜€ Tiba- tiba ngirim pesan yang akhirnya bikin saya luluh juga.

Mas : Eh cinta pa kabar cin? Cin lama nggak shopping ya?
Saya :  (Suami tahu sekali kelemahan saya. Lagipula, perempuan mana yang tahan nyuekin tawaran shopping?) *ketawa*
M : Ike lagi rempong nih cin
S : Rempong kenapose jeung?
M : Tau gak cin, sekarang lagi diskon bude. Harga anjlok abis cin.
S : Diskon bude apa jeung? Nggak ngerti eike.
M : Bude itu cin.. buesar dan gede. Ah cin ini nggak gaul.
S : Haha.. Eike nggak kemana- mana jeung, dirumah aja. Masak sama ngurus anak. Nggak ngerti begituan.
M : Iya? Kok gosipnya jeng jauhan sama suami.. Diurus jeung suaminya. Mumpung belum diurus sama jeung- jeung yang lain. Maklum sekarang udah jamannya pada ngawur.
S : (gondok seketika) Ahh.. ngrusak mood banget mas.
M : (ngirim segudang emot hug and kiss)

Kadang saya mengeluh tentang betapa beratnya pernikahan jarak jauh ini. Sering pengen nyerah, lalu kembali kepikiran cita- cita saya dan visi kami berdua. Jadi baiklah, bersakit- sakit dahulu bersenang- senang kemudian. Berjauh- jauhan dulu, Sabtu Minggu kalau nganggur ketemuan.πŸ˜€

Kabar baiknya… Saat tulisan ini terbit, saya sudah di Surabaya di sebelah suami.πŸ™‚ Selamat berakhir pekan, teman- teman sekalian. Semoga weekendnya menyenangkan. Semoga kami segera dipercayai momongan. *eh

Maka cinta haruslah disertai kesadaran. Cinta tidak boleh menjadi berlebihan, karena, seperti yang dikatakan Aristoteles, apapun yang berlebihan selalu menjadi rahim bagi β€œsi jahat”. Cinta yang berlebihan pada hakekatnya bukanlah cinta, melainkan potensi bagi kebencian, kejahatan, dan dendam itu sendiri. ~Terorisme dan Cinta yang Gagal [rumahfilsafat.com]

12 thoughts on “Romantisme dan Cinta

  1. Wah dilema banget kalau LDR…
    Aku 2 minggu keluar kota aja, udah kangen pake sangat banget…
    Tapi, romantisme jg perlu kayaknya, khusus nya saat sudah nikah…
    Karena Rasulullah sendiri adalah orang yang sangat romantis kepada istrinya…

  2. Saya nggak ngerti yg beginian. Saya kadang takut sendiri klo membicarakan pernikahan. Njalaninya gimana ya? Takut ntar mengecewakan ha ha ha……

    Apalagi klo ldr gara2 kerjaan. Duh puyeng sendiri saya mbacanya. Yang penting semoga kesampaian dapat momongan.

  3. Jadi ini masih LDM an atau sudah berlalu masa2 LDM nya? Aku sebelum menikah LDR an 8 bulan, setelah menikah LDM 6 bulan. Setelahnya baru kumpul. Sekarang kayak lem nempel mulu, bukan karena romantis, ya karena cuman satu orang yg ditemui di rumah haha. Aku sering nanya suami, dia bosen ga sih lihat aku terus setiap hari , dia bilang ga pernah. Sedangkan dia sudah tahu jawabanku, kadang2 haha. Makanya aku setiap bulan sekali ada me time, jalan2 sendirian. Prinsip kami keromantisan itu ga usah diumbar2, apalagi dalam media sosial. Berlaku dan bercerita sewajarnya saja. Simpan cerita romantisnya untuk kami sendiri. Manusia tempatnya khilaf.

    • Ldm nya masih mbak.. hehe pacaran 1 tahun sampe nikah stg tahun masih ldm jg. 😒
      Iyyaa mbak, pengennya disimpen sndiri tapi kdg pengen ditulis jg saking berkesannya. Hehe

  4. Rumah filsafat tulisannya emg kece tp kdg berat,nharus d cermati hehe.

    Tp bnr, kdg romantisme itu membuat kita scr ga sadar berekspetasi brdasarkan standar org lain, pdhl tiap org punya khas sendiri dlm mengekspresikan cintanya. Yg romantis jd harus begini begitu ~

    Sabar yaa mba. Mbak saya jg jauhan , anak2nya jg. Bolak balik lombok malang, kasian klu ank lg sakit d lombok. Semangatt

    • hehe kece banget mbak. mungkin karena ditulis benar- benar oleh dosen jadinya berat ya.. tapi enak kok bacanya. mencerdaskan.πŸ˜€
      iyaa mbakk.. terimakasiihh..

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s