Milea – Suara Hati Dilan

H +17 ; Currently Reading – Bookstagram KBI 2016

Sewaktu menghabiskan liburan di rumah suami, kerjaan saya hanya membaca sembari menunggu si mas pulang. Stok buku terbatas dan nggak bisa kemana- mana, menjadikan download ebook sebagai jalan keluar. Hehe.

Awal mulanya, saya ketemu trilogi Jingga dan Elegi milik Esti Kinasih. Penulis ini pernah sangat memesona saya karena “Cewekk!!!” dan “Still…” jauh sebelum kenal Ayu Utami. Kemudian lanjut ke trilogi Fifty Shades of Grey (saya sudah nikah, sah- sah saja baca buku erotis begitu😆 ). Nah, saat blogwalking ke kebomandi, nemu ulasan tentang Dilan. Kebetulan, novel itu juga ada versi ebook-nya. Saya unduh langsung!

Sayangnya, versi ebook hanya 75% dari keseluruhan novel. Rasa penasaranpun mengendap sampai Sabtu (4/11) tempo hari, saya ketemu ketiga seri Dilan di salah satu sudut bazaar buku. Namun, karena beberapa hal, bungkusnya baru saya sobek kemarin. Lalu dengan lahap menuntaskan dua sekaligus!

p_20161116_223440

Jujur saja, Dilan 1990 membuat pembacanya jatuh hati. Sementara Dilan 1991 kebalikannya. Saya sampai berdebat panjang lebar dengan suami tentang Milea yang ternyata *spoiler alert* menikah dengan bukan Dilan. Bagi saya, dia sudah bersuami lantas mengungkapkan cintanya pada Dilan tidak berakhir (yang saya kutip di bawah), bukan tindakan tepat. Sedangkan menurut si mas, nggak masalah disertai beragam pendapatnya. Si mas belum menyerah, sampai akhirnya saya bilang, “gimana rasanya kalau istri mas nulis begitu ke mantannya?”

Pidi Baiq benar- benar ahli meramu kisah ini. Salut sekali karena dengan bahasa sederhana bisa membawa emosi pembaca. Perasaan saya membaca buku ini sama seperti nonton AADC 2. Sedihnya sih nggak, kecewa iya.:/ Si mas bilang, “itu kan cerita. Sudah nggak usah dipikirin. Enjoy aja, mas waktu Naruto mati biasa tuh. Nggak ada perasaan apa- apa.” Aihh.. itu beda!

Nah, bicara tentang yang hari ini saya baca adalah Milea. Bagian awal di buku ini (sejauh yang sudah dibaca) saya menjumpai kalimat “sudah diceritakan Milea di buku Dia Adalah Dilanku Tahun 1991.” dimana- mana. Sebenarnya, ini tidak perlu karena sekali saja cukup.🙂

Kalau dua buku sebelumnya, Milea berkisah tentang Dilan di matanya. Kali ini ditukar. Saya terlanjur patah hati tapi masih ngeyel pengen nglanjutin. Semoga Dilan tidak berlebihan menceritakan tentang Milea, apalagi kalau ternyata *spoiler alert* Dilan juga sudah beristri. Ahh..  Semoga.

Kalau dulu aku pernah berkata bahwa aku mencintai dirimu, maka kukira itu adalah sebuah pernyataan yang cukup lengkap dan berlaku tidak hanya sampai di hari itu, melainkan juga hari ini dan untuk selama- lamanya. ~Dilan 1991

*tulisan bertanda spoiler saya warna putih agar tidak terbaca dengan tidak sengaja.🙂

46 thoughts on “Milea – Suara Hati Dilan

  1. Udah baca kedua buku Dilan, tapi masih maju mundur buat beli yg Milea, bagus gak sih mba? Soalnya aku gak suka yg sad ending kyak Dilan 1991 😂
    Esti Kinasih Mba? Aku juga sukaa

    • Kalau menurut sy.. drpd Dilan 1991 sy suka yg ini. Hehe. Sad endingnya tetep. Tp menyikapi masa lalu, Dilan lebih bijaksana.
      Iyaa mbak.. sy jg suka esti kinasih. Hehe

  2. Aduhhh aku suka banget nih Dilaaaaannn. Sebelum pindah ke melb aku baca ini buku satu dua kayaknya. Sampe yg Dilan dikeluarin tuh buku brapa ya? Thanks ya jadi ngingetin deh, bsk pas temen kesini mau nitippp hhaahhaa

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s