batal main

tulisan ini panjang dan menebarkan kebencian. ditulis hanya untuk melegakan pikiran.

Saya baru saja menjejak kaki di depan rumah saat diberi kabar, “adekmu nggak bisa main, Mbak.”

Masalah intinya adalah tidak ada yang ikut TM. Barusan saya kontak guru olahraganya, “loh? kan yang ikut TM njenengan Mbak.” Padahal undangan TM sudah saya kirimkan 9 Des lalu via WA ke gurunya.

Saat saya sertakan screen capture-nya, beliau bilang, “oh iya mbak, hapenya dibuat mainan anak saya jadi nggak tahu.” :/ *ambil nafas panjang

Bapak juga nggak datang TM, “gampang. Nanti titip Pak Z.” Beliau pelatih di klub lain dan teman baik Bapak. Lagipula info lomba juga dari beliau, jadi pasti Pak Z memihak adek. Sayangnya, pada saat TM, Pak Z berhalangan hadir.

Nah, yang jadi sasaran telah lalai dari tugas adalah saya. Seharusnya saya yang ikut TM. Ahh!

Tapi, saya ingat betul, saat daftar sudah bilang ke ketua pelaksana, “Adek saya tidak ikut klub di Kertosono, Pak.”

“Tapi sekolahnya di Kertosono kan, Mbak? Ya gak apa- apa.”

Jadi, seharusnya tidak ada masalah! Sekretariat lomba bilang, penghapusan nama adek saya karena Pak T. Dan lagi, tidak ada yang mewakili adek di TM, jadi ya sudah.

Pak T, pelatih lamanya, menghapus nama adek saya sewaktu TM tanggal 13 kemarin. Dibilangnya, adek ikut tanpa rekomendasi dari dia. Apa haknya ngasih rekomendasi? Jelas kalau bulan lalu, Adek resmi mengundurkan diri. Lagipula, adek saya daftar bukan atas nama klub, tapi mewakili sekolah.

Kejuaraan ini penting karena ini tahun terakhirnya di tingkat Anak danΒ  dipastikan dapat menyandang juara. Tahun depan sudah pemula, sulit untuk mengalahkan pemula lain yang jelas umur dan fisiknya lebih matang. Lagipula, piagam menang di kabupaten diakui, bisa dapat poin tambahan untuk jaga- jaga masuk SMP favorit disini kalau hasil UN nya buruk.

Bukan kali pertama adek saya dijegal begini. Dulu, sewaktu di tahun terakhir kategori usia dini dan kemungkinan dapat juara besar, pertandingannya dibatalkan dengan alasan hampir serupa. Bedanya, dulu tidak seberapa jelas antara kawan dan lawan. Sekarang jelas! Dan saya kesal sekali. KESAL!!

Adek malah kesal dan kecewanya berlipat- lipat. Dua mingguan lalu, dia ikut kejuaraan serupa. Kategori tunggalnya kalah di perempat final. Harapannya menggebu untuk bisa menang di partai ganda putri. Namun, karena faktor teknis ini itu pasangan gandanya batal main. Harusnya juara 1 digenggaman, malah melayang. Dia bawa pulang piala tanpa bangga.

p_20161215_135649

Adek nggak pernah sedih kalau mainnya kalah. Yang bikin dia sedih kalau masalah- masalah begini terus ada. Persaingan nggak sehat, jegal menjegal antar pemain, pelatih, dan oknumnya. Bapak bilang, “ini baru tingkat kecamatan, jahatnya seperti ini. Di tingkat yang lebih tinggi ya lebih gila lagi. Satu- satunya cara, Dek, saman harus tetep main yang bagus. Nggak usah putus asa.”

Saya jadi ingat, kemarin baca entah dimana, “Tuhan memang tidak pernah tidur tapi kadang suka bercanda.”

25 thoughts on “batal main

  1. Yaelah mba kok gitu amat si Pak T, doi sokap sih sok asik bgt main ngapus-ngapus nama orang. Gereget mba gue dengernya. Getok kek mba pake raket, puas juga hati ga bisa main tapi bisa benjolin orang bahaha. *geram* *kena dampak kebencian*

    • Walah.. banyak sep. Main2 kayak gitu, jegal2an, tipu2 usia.
      Kalau sering ikut turnamen, pasti nggak heran kalau ada anak kategori usia dini yg payudarany sudah numbuh. πŸ˜†πŸ˜† korupsi umurnya nggak kira2.

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s