Sukses Relaktasi

Gagalnya A asi eksklusif murni karena kesalahan saya yang kurang ilmu. Yes, meng-asi-hi itu ada ilmunya. Dan sebagai ibu baru, seharusnya 9 bulan kehamilan saya belajar tentang asi, tidak melulu fokus tentang lahiran normal yang ujungnya SC juga. 😦 Ahh…

Syukur A tidak mengalami bingung puting, malah saya menganggap A tahu persis apa yang dia mau. Pernah sewaktu menangis, asi sudah keluar tapi tidak mau minum. Bisa tenang setelah diberi dot. Di lain waktu, ia diberi dot sufor nggak mau minum, maunya menyusu. Hehe.

Alasan besar yang membuat saya menunda- nunda relaktasi adalah karena tidak ada dukungan. Seringnya justru diremehkan. Apalagi A pernah kuning akibat saya kekeuh asi x. Tapi saya terus berpikir, kalau asi cukup kenapa mesti ditambah sufor? Ya kalau dulu PD masih kosong, sekarang kan nggak.

Saya membaca kutipan dari akun instagram @asiku.banyak bunyinya kurang lebih begini :

proses asi itu tidak instan. Modalnya pun cuma waktu dan kegigihan, yang keduanya nggak bisa dibeli dengan uang. Jlebb banget! Saya punya waktu 24 jam membersamai A. Tinggal kegigihan saja.

Mulai dari situ, saya membeli breast pump baru. Sudah punya IQ Baby yang manual single pump. Yang saya baca, pompa bagus adalah dual pump, karena LDR (Let Down Reflex, sensasi kesetrum pada puting yang dibarengi dengan keluarnya asi) dirasakan semua PD. Kan sayang ya, kalau asi di PD satunya kebuang. 😀 Cari- cari di shopee, yang termurah adalah Real Bubbee, pompa impor dari China ini plus ongkirnya masih dibawah 200 ribu. 

Kemudian belanja beberapa botol kaca, ada tupkar (rekondisi) dan baru, merk momogi, yang kesemuanya kini sudah tidak terpakai. Hehe. Sengaja beli botol memang untuk menunjukkan ke orang tua dan suami kalau asi saya cukup untuk A.

Malam pertama, saya mulai power pumping bisa stok sampai 120 ml. Malam berikutnya berhasil 100 ml. Pagi juga saya pompa setiap 2 jam entah sebelum atau sesudah menyusui. Hingga dalam 3 hari bisa 500 ml asip di kulkas dan A sudah full asi. 🙂

Karena kulkas isinya masih campur bahan makanan lain, asip kedaluarsa dalam 8 hari. Akibatnya, stok asip rusak dan dibuang. Tapi nggak masalah karena saya memang di rumah, bisa menyusui A langsung. Botol- botol asip itu hanya bukti kalau asi saja cukup buat A.

Pernah sewaktu sharing di grup wa ada yang bilang : kalau kita percaya rezeki anak sudah Allah atur, bukan melulu perihal penghasilan dan uang, tapi asi juga. Insha Allah selama kita berpikir asi saja cukup, Allah akan cukupkan. Saya makin percaya untuk melanjutkan relaktasi. Dan Alhamdulillah berhasil hingga A hampir 5 bulan. 🙂 Semoga bisa sampai dua tahun. 

Sejauh ini saya tidak mengkonsumsi asi booster apapun. Hanya sering minum air saja karena komposisi utama asi adalah air, jadi kalau saya dehidrasi ya otomatis produksi asi menurun. Terus waras dan bahagia adalah resep ampuh berikutnya. 🙂 Apalagi, saya dan suami tinggal berjauhan jadi adaaaa saja sedih, galau, dan dramanya. Hehe.

Nah, kalau ada teman tanya apa yang penting dibeli untuk persiapan lahiran selalu saya jawab breast pump yang memadai. Harganya memang tidak murah, tapi semakin bagus BP hisapannya semakin lembut dan bikin cepat LDR (katanya begitu, saya belum coba sendiri soalnya. Hehe.) Ini perlu untuk keberhasilan asi x. Dan juga sangat penting untuk upgrade ilmu, sumber lengkap yang sering saya baca adalah @asiku.banyak di instagram. 

Sudah sampai sini dulu. Tulisan ini saya tutup dengan memotivasi ibu lain yang senasib : Tidak ada kata terlambat untuk memulai kembali meng-asi-hi buah hati. 🙂

2 thoughts on “Sukses Relaktasi

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s