Begadang? No More!

Saya menjalani hari- hari begadang setiap malam selama 2 bulan. πŸ˜€ Ini sukses menurunkan berat badan pasca persalinan. Hehe. A tidak pernah menangis berlebihan, hanya saja dia tidak mau ditaruh, alias maunya gendong kemana- mana. 

Mungkin… karena kebiasaan dari minggu pertamanya, saya tidak bisa menyusui sambil tiduran. Dan kalau dengan dot, nggak tega semisal dia minum dalam posisi terlentang, kuatir keselek. πŸ˜€

Segala cara dicoba, mulai dari rutinitas ganti baju tidur, membersihkan tubuh pakai air hangat, baca buku, sudah semua. Matiin lampu? Jangan ditanya. A tidur dengan lampu redup sejak tiba di rumah. Masih belum berhasil.

Ajaibnya, kebiasaan A begadang hilang hanya dalam satu malam. Sejak saya resmi relaktasi dan minta A full asi, ia tidur dengan baik sepanjang malam. Setiap selesai saya ngajar, jam setengah 8 langsung bersih- bersih badan sebentar, masuk kamar, matiin lampu, tidur. πŸ˜€ A bangun jam 7 pagi, sekiranya saya masih capek, A juga akan bubuk lagi kalau disusui. Hehe.  

Perubahan pada diri saya juga terjadi dalam semalam tersebut. Sebelumnya, saya adalah orang terakhir yang bangun kalau A menangis. Suami sampai kesel sendiri, bisa- bisanya saya tidur nyenyak. πŸ˜€ Barangkali relaktasi membuat insting keibuan saya ter-install dengan baik. Seringnya malah sudah nggak ingat lagi berapa kali A menyusu dalam semalam. Dan heran juga bagaimana saya bisa tahu A lapar lalu berpindah posisi di sebelah kanan atau kiri A secara tidak sadar. Haha. 

Saat kembali membaca kenapa bisa begini dan begitu, saya ketemu dengan tulisan yang berbunyi, “di asi ada tryptophan yang digunakan tubuh untuk memproduksi melatonin. Hormon tersebut membantu bayi tidur nyenyak di malam hari. Bagi ibu, direct breast feeding saat malam membantunya tidur lebih lama.” Nah! Kenapa baru nemu ini setelah dua bulan lamanya. :/

Hal lain yang bikin A sulit tidur adalah kekenyangan. Jangankan bayi, orang dewasa saja kalau perut kenyang terus dibuat tidur kan nggak nyaman. :/ Padahal selalu saat malam, apabila A menangis diberi dot karena dikira kelaparan dan asi kurang. Faktanya, bayi menangis bukan hanya karena lapar. Bisa jadi ia memang butuh kenyamanan, yang biasanya ia dapat dari menghisap. Baik menghisap tangannya sendiri, empeng, atau PD ibu.   

Kini, saya percaya bahwa menjadi ibu ada ilmunya, meskipun nggak ada sekolahnya. Beruntunglah ibu jaman sekarang, akses informasi ada di genggaman, mau tanya segala hal, google sudah sedia beraneka jawaban. πŸ˜€ Yuk ah, jadi ibu yang berdaya. 

2 thoughts on “Begadang? No More!

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s