Memulai Budaya Gemar Baca

Sudah mewanti- wanti diri sendiri, jangan sampai perkenalan A dengan buku adalah saat ia sekolah. Ketika buku identik dengan pelajaran dan membaca menjadi kegiatan yang membosankan. Ini alasan mengapa sebagian penghuni rak mainan A adalah buku padahal usianya baru 4 bulan. Hehe.

Rak mainan A kalau pas rapi. Hehe.

Kenapa membaca penting bagi saya adalah karena ini ketrampilan sepanjang hayat apapun medianya, baik buku atau gawai. Seseorang yang rajin membaca memiliki pengetahuan luas, berpikir cerdas, dan sudut pandangnya pun tidak terbatas. Akibatnya, ia menjadi lebih

bijak dalam bertutur ataupun bersikap. Begitu juga dalam hal akademis, rasa- rasanya mustahil nilai bagus diperoleh oleh mereka, yang untuk membaca saja ogah. 

Ohyaa… tahun lalu sempat baca Indonesia menempati peringkat 60 dari 61 negara berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada 2016. Padahal di tahun 2017, negeri ini termasuk yang paling cerewet di dunia maya. Pengguna instagramnya tertinggi se-Asia Pasifik, pengguna twitter terbanyak ke 5 sedunia, belum lagi pengguna di medsos lain. Makanya nggak heran betapa mudahnya hoax beredar. :/ Malas baca siiih..

Apaan ini kok jadi sok- sok an bahas negara, anak satu aja kalang kabut. Hmm..

Balik lagi ke upaya saya membuat A menggemari buku. Paling utama, tentu saja menyediakan buku yang menarik sesuai usianya. Tiga bulan awal adalah waktu menstimulasi indra penglihatan. Untuk itu saya pilih buku dengan pola high contrast. Karena masa pakainya nggak lama, saya hanya membeli satu, sisanya hadiah dan sewa. 

Ngomong- ngomong, saya sewa buku di salah satu akun instagram : @theborrowedtale_id. Sempat heran, kok mau- maunya nyewain buku anak, padahal tau sendiri, harganya menguras kantong. Hehe. Saya aja novel setumpuk di rumah, yang kadang belinya second supaya murah, kalau dipinjam murid masih nggak rela dibawa pulang. Takutnya balik pas bukunya lecek. Syukur bisa balik, beberapa malah hilang. Duh… 

Di persewaan ini nggak cuman buku anak (0 – 6 tahun), ada juga buku parenting. πŸ˜€ Kan… daripada beli sekali baca langsung hapal, karena prakteknya tiap hari, mending anggaran dipakai buat hal lain. Hehe. Pengen banget persewaan buku seperti ini manfaatnya dirasakan ke lebih banyak orang. Ini murni karena pengalaman – bukan dibayar. Yakali mau endorse ke blog yang pembacanya satu, dua, paling bater 5 orang aja. :/ 

Beli buku dengan sistem arisan juga sudah saya coba. Ikut sejak sebelum hamil, 54 ribu selama 14 bulan di @rabbitholeid. Waktu itu masih ada tipe arisan ini, sangat ringan cicilannya. Saya dapat kocokan terakhir dan kini telah lunas. Kabar baiknya : beberapa hari lagi bukunya tiba. Ahh.. nggak sabar. 

Selain buku bagus, yang tidak kalah penting adalah pendampingan orang tua. Menjadikan kegiatan membaca menarik adalah tantangan. Saya memilih waktu untuk membaca adalah saat A dalam mood bagus dan berhenti sebelum ia bosan. Cara ini efektif agar A menunggu sesi mendongeng berikutnya. Saya juga tidak menetapkan durasi dan menargetkan harus selesai sekian buku, supaya A dan saya sama- sama senang. πŸ™‚

Saya menganggap ini investasi jangka panjang. Alangkah bahagianya, kelak besar nanti A akan jadi teman diskusi tentang buku bagus atau penulis kesukaan. Atau bahkan ia menjadi partner menulis saya. Hehe. Kalau sudah kepikiran begitu, bawaannya pengen nabung atau ikutan arisan buku lagi.

Bagusnya buku apa ya? Hehehe…

Advertisements

4 thoughts on “Memulai Budaya Gemar Baca

  1. Aku baru tau ada persewaan buku online. Hihi. Aku dulu langganan majalah aku anak saleh dan bobo. Buku ensiklopedia. Anakku sekarang langganan majalah Disney junior, buku tentunya hardcover biar gak lecek. Namanya pun bocah ya.

    • Iyyaa mbakk.. ada persewaannya. πŸ˜€
      Boardcover kalau isinya kertas biasa agak ngeri mbak. Kuatir sobek digigit terus ketelen. Hehe. Pengen boardbook tp harganyaa mihill

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s