Ilmu Menggendong dari KBW

Dari sekian banyak grup whatsapp parenting yang saya ikuti, KBW (Kediri Babywearers) adalah salah satu yang terfavorit. Meski A sudah jarang minta gendong, saya tak pernah terpikir untuk keluar grupnya. Hehe. Apalagi sekarang makin banyak yang dibahas, review alat make up misalnya. 😀

Saya gabung komunitas ini sejak A dua bulan. Ilmu menggendong dengan SW (Stretchy Wrap), jarik yang disimpul jangkar, lanjut pakai ring, dan berakhir di onbuhimo saya pelajari dari senior di KBW. Ditambah ilmu pakai WW, mehdai, hip seat, SSC, juga beragam gendongan lain yang sering dibahas di grup dan bisa dicoba saat kopdar sungguh tak ternilai harganya. Kadang malah jadi ratjun untuk beli- beli. Hehe.

Awal- awal dulu, kalau lihat orang yang tidak ‘sealiran’ saya masih sering mbatin, “ih ibu itu kok pakai jariknya begitu ya? Gak kasihan apa sama anaknya kan nanti hip dyplasia. Kan itu alat kelaminnya kegencet. Kan itu bikin over stimulus. Kan itu nggak ergonomis, bahaya, dan blah blah blah.” Lambat laun perasaan begitu sangat menyiksa hati. 😦

Dokumentasi saat kopdar (kecuali jilbab hijau) 😀

Mulailah saya cari informasi lebih banyak. Bahkan nemu beberapa artikel kalau tubuh bayi itu sangat fleksibel, resiko kesalahan cara menggendong lebih besar diterima oleh penggendong daripada yang digendong. Sebagai contoh : cedera tulang punggung, lengan, dan leher. (CMIIW) Saya kemudian kembali ke jalan lurus, mageri atine dewe dengan mengingat gaya menggendong sama halnya gaya parenting nggak ada yang lebih bagus, yang ada hanya lebih sesuai dengan sikon masing- masing.

Saya pun begitu, dulu lebih senang pakai ilmu KBW karena waktu gendong yang relatif lama. Sekarang? Boro- boro. Udah gobyos mamanya ngepasin onbuhimo-nya, A lihat ada yang menarik dikit langsung berontak minta turun. Dan memang si bocah nggak betah digendong model hadap ibu begitu, pengennya observasi sekitar. Jadi yang cocok sekarang ya gendong tangan atau jarik diuwel- uwel. Hehe. (Maafkan saya para suhu.. )

Perjalanan menggendong yang amat panjang ini kemudian mengantarkan saya pada pemahaman bahwa : ‘bau tangan’ hanyalah mitos belaka. A sedari kecil nangis dikit digendong, sampai tengah malampun tak masalah. 😀 Di usianya 16 bulan ini dia tidak menunjukkan tanda manja dan dikit- dikit minta gendong, kok.

Dr Sears, penulis buku parenting favorit saya, mengungkapkan bahwa menggendong sebagai salah satu dari 7 (terbaru jadi 8) B untuk keberhasilan attachment parenting. Berikut daftarnya :

  • Birth bonding
  • Breastfeeding
  • Baby wearing
  • Bedding close to baby
  • Belief in the language value of your baby’s cry
  • Beware of “baby trainers”
  • Balance : knowing when to say yes and no
  • Be confident in keeping baby whole

Nah… Kan… Mari bu ibu – pak bapak, gendong bayinya mumpung masih mau. 😀 Pakai cara gendong bagaimanapun halal, sah, yang penting aman, nyaman, buat ortu dan bayi. 🙂

Akhir kata.. Untuk ilmu, semangat belajar, dan kehangatan keluarga besar KBW, terimakasih banyak! #virtualhugs

2 thoughts on “Ilmu Menggendong dari KBW

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s