Tentang Balance Bike

Balance Bike ~ Sepeda tanpa pedal

Kenal Balance Bike (BB) dari seorang teman yang juga mamah muda. 😀 Lanjut cari tahu ini itu sampai ada wasto (whatsapp story) mamah muda lain yang infoin kalau di Kediri ada komunitasnya : @pushbikekediri (Jayabaya Pushbike Kediri)

Waktu itu, A masih 15 bulan. Saya tanya- tanya ke Mba Saraz (founder komunitas) tentang penyewaan BB. Beberapa kali janjian akan datang latber tapi belum ada kesempatan. Kemudian, karena sering ngomongin dan cari tahu, suatu hari ibu yang sedang nganter Dek Fifi kejuaraan kirim foto BB. Katanya, di Grand City kalau beli ini ada diskon. “Mau?”

Nggak pakai pikir panjang, saya okein. 😀

Sesampainya BB di rumah, A cuman pegang beberapa menit tok. Ternyata kakinya masih belum sampai. Padahal sudah disetel sadel paling rendah. Yasudah… Sabar.

Februari, usianya 17 bulan, tiba- tiba A ambil sepeda dan mulai sering dituntun. Awal- awal ya oleng, kesulitan belok, jatuh, tapi masih aman. Saya awasi. Tanggal 19, saya inget banget karena besokannya A demam tinggi, akhirnya bisa mengendalikan sepedanya. Dia belum duduk sadel, jadi posisi masih berdiri di depannya. Mulai lancar nyadel, usia 20 bulan. Tingginya 80 cm ++, kurang pasti + nya berapa. Hehe.

Pertama kali ikut latber Pushbike Kediri usia 18 m

Sekarang, bagaimana? Waahh… jangan ditanya. Sudah wuss wuzzz kenceng banget sepedahannya. Sampai kwalahan yang momong. Tiap hari sepedahan terus. Badannya makin gosooong. :/ Tapi, gak papa. Manfaatnya lebih banyak. Apa aja? Cekidot!

  1. Kemampuan motorik kasarnya baik. Kuda- kuda kakinya kuat banget. Keseimbangan tubuhnya juga oke. Motorik halusnya pun terasah dari cara menggenggam setir.
  2. Refleksnya cepat. Respon tubuh ketika ada hambatan, harus mengerem atau terus mengayuh, lurus atau belok kanan/ kiri, itu bikin dia tanggap. Termasuk bagaimana mesti memposisikan dirinya saat jatuh.
  3. Punya inisiatif. Karena sering dipercaya, percaya dirinya pun turut meningkat.
  4. Problem solving nya oke. Suatu kali pernah A main di taman, dia pengen nyebrang dari jalan setapak ke rumput, yang dibatasi semacam trotoar dengan selisih tinggi 10 cm an. Dia turun dari sepeda, tuntun sepedanya naik melintasi trotoar lalu turun lagi. Sampainya di rumput baru dinaikin lagi sepedanya. Itu tanpa arahan dari siapapun. Wow!
  5. Bersosialisasi. Selain di komunitas juga dengan di rumah teman- teman sepeda, yang usianya jauh diatasnya.
  6. Dan banyak lainnya. 😀

Gimana? Jadi kepengen kaaann? *iyain dong, supaya seneng. 😀 Nah! Berikut tips memilih BB yang sesuai untuk anak :

  1. Yang paling enak ya dicoba dulu. Datangi komunitas setempat, biasanya bisa pinjam untuk dicoba.
  2. Bagi anak yang tingginya belum cukup (minimal 80 cm), pilih yang model stangnya pendek. Jadi, dia bisa berdiri di depan sadel. Ada merk Thrill, edisi lama, meskipun modelnya kereeeeennn banget, stangnya tinggi. Ini tidak cocok. (FYI, model tersebut sudah tidak diproduksi, padahal saya kepengen.)
  3. Bahan. BB yang terbuat dari besi cenderung berat. Cocok untuk anak yang sudah besar dan kuat.
  4. Rego nggowo rupo. Benar! BB yang harganya mahal, meski kokoh, terbuat dari bahan yang ringan. Dan sebaliknya. 😀
  5. Sesuaikan dengan budget.

Setelah buibu ceki- ceki harga di shopee mungkin langsung kepikiran, “Loh kok harganya mahal padahal pakainya cuman sampai 5 tahun.”

Banyak disana selain pushbike tapi saya memilih pushbike karena menurut saya ini bukan cuman sekedar mainan yang kita kasih ke anak kemudian sudah. Ada dukungan keluarga, pelajaran, dan pengalaman yang bisa kita beri. Mahal itu relatif. Lebih mahal adalah waktu bersama keluarga, membersamai anak, dan saling mendukung.

Saraz, Founder Jayabaya Pushbike Kediri

Jadi gimana, tertarik? Yuk?

6 thoughts on “Tentang Balance Bike

  1. Sama kayak ponakan aku mba Tutus. Lagi seneng-senengnya main balance bike. Tiap hari, panas terik tetep dijabanin 😂 Tantenya yang males karena kulitnya jd gosong wkwk

Leave a Reply to destini Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s