batal main #2

Siang kemarin, saya hubungi ketua panitia kejurkab. Minta konfirmasi, adek saya sudah daftar, uangnya diterima tapi kok namanya dicoret dari daftar lomba. Pak ketua bilang, beliau tidak ikut TM dan tidak bisa memutuskan kesalahan ada di pihak mana. Intinya, masalah ini akan dibawa saat evaluasi di penutupan kejurkab.

Bikin makin geram, saat saya minta pertangungjawabannya dijawab begini, “kalau nggak bisa main, uang pendaftarannya bisa diambil di kesekretariatan.” Saya bukan mau minta uang! Ini adek saya dihapus haknya secara sepihak tanpa konfirmasi apa- apa. Meskipun, tidak bisa disangkal juga ketidakhadiran wakil atlet sewaktu TM juga salah satu pemantik masalahnya. Ahh!

Malamnya, saya ke Pak T. Ibuk Bapak sih dari awal bilang, “nggak usah lah, Mbak.” Nah sayanya ngeyel pengen masalah ini nggak berlarut- larut. Capek kan ya kita mikir dan benci orang tapi nggak ada penyelesaian.

Pak T cerita kalau yang kurang profesional panitianya. Edaran yang disebarkan pada poin ke 4 jelas kalau yang diundang adalah klub se-kabupaten. Continue reading

batal main

tulisan ini panjang dan menebarkan kebencian. ditulis hanya untuk melegakan pikiran.

Saya baru saja menjejak kaki di depan rumah saat diberi kabar, “adekmu nggak bisa main, Mbak.”

Masalah intinya adalah tidak ada yang ikut TM. Barusan saya kontak guru olahraganya, “loh? kan yang ikut TM njenengan Mbak.” Padahal undangan TM sudah saya kirimkan 9 Des lalu via WA ke gurunya.

Saat saya sertakan screen capture-nya, beliau bilang, “oh iya mbak, hapenya dibuat mainan anak saya jadi nggak tahu.” :/ *ambil nafas panjang

Bapak juga nggak datang TM, “gampang. Nanti titip Pak Z.” Beliau pelatih di klub lain dan teman baik Bapak. Lagipula info lomba juga dari beliau, jadi pasti Pak Z memihak adek. Sayangnya, pada saat TM, Pak Z berhalangan hadir.

Nah, yang jadi sasaran telah lalai dari tugas adalah saya. Seharusnya saya yang ikut TM. Ahh!

Continue reading

3 tempat yang layak dicoba di Surabaya

Sabtu – Minggu kemarin, suami dan saya nyari tempat enak buat ngobrol dan makan. Biasanya, kalau mentok pengen keluar tapi nggak tahu kemana, kami pilih PH atau Mbledos (kedai Dim Sum dekat kampus). Nah, kemarin pengen suasana baru, ikutin jalan saja dan ketemu 3 tempat berikut :

Surabaya Rooftop Market

Seperti namanya, ini semacam bazaar di atas gedung, tepatnya lantai 8 Siola. Salah satu mall bersejarah yang kini jadi Museum Surabaya Tempo Dulu. Sayangnya, hanya ada pada tanggal 11 – 13 November kemarin. Tidak menutup kemungkinan ada lagi di kesempatan lain, untuk lebih jelasnya, langsung follow IG : @subrooftopmarket

subrooftop

nemu di IG waktu nyari dengan #ayonangtunjungan

Pemandangan Surabaya dari atas gedung : oke banget. Apalagi ketika sunset dan sepi. Continue reading

narsis

Dunia ini nggak sempit, hanya saja kamu terlalu banyak punya teman – atau mungkin terlalu terkenal?

Jadi, ceritanya.. Waktu pertama kali datang meeting KEO, ketemu teman- teman seangkatan (yang dulunya bahkan tak saling sapa).

Si F : Oohh.. ini Mbak Tutus, inget- inget. Dulu pas SD, si aaa sering cerita ke aku tentang samean, Mbak.
Tutus : Iya, hehe.. (nggak ngerti mesti jawab apa.)
Si A : Tutus mbiyen juga booming banget di kelasku, inget nggak yang ngejar- ngejar kamu, Tus?
T : Iya inget, hehe.. si bbb? (duh..)

Dua hari berikutnya, pas ketemuan apaa gitu. (Saya lupa.) Continue reading

Romantisme dan Cinta

Padahal, sejatinya, cinta bukanlah romantisme. Justru, romantisme adalah musuh dari cinta. Romantisme juga menghambat lahirnya cinta yang sesungguhnya. Tayangan sinetron dan lagu-lagu cinta telah mengajarkan kita kesesatan berpikir yang membuahkan penderitaan sia-sia dalam hidup kita. ~ Pendidikan sebagai Penipuan [rumahfilsafat.com]

Saya senang sekali kesasar di rumahfilsafat.com sewaktu mencari- cari referensi untuk tulisan “pendidikan, pentingkah?”. Kutipan diatas misalnya, kalau dibaca- baca ulang, rasanya memang benar juga. 😀 Waktu pacaran, hal- hal romantis ada hampir setiap saat tapi saat menikah berbeda. Sungguh.

Beberapa kali baca tulisan Mbak Ida tentang Mas Heri yang perhatiannya sering buat ngiri. 😀 Selalu mengangkat telpon pada deringan pertama, mengingatkan makan, dan banyak lainnya. Tapi ya sebanding, karena apa? Istrinya hapal jadwal suami, lah saya? Sering lupa, kapan masnya masuk pagi atau agak siang, ada praktikum yang bikin lembur atau pulang biasa. Hehe.

Sebanding juga dengan si Mbak yang rela Bogor – Bali demi menumpas rindu.

Continue reading