rindu setengah mati

Dinda memasang headphone dan mengepas microphone untuknya. Matanya menangkap 21 email malam ini, bahkan sebelum acara ia mulai. Sepintas ia tersenyum.

Sapaannya yang lembut mulai mengudara. Ia memberi beberapa pembuka sebelum berkata, “Dinda akan membacakan kata hati yang pertama.” Hening dua detik.

“Pada kenangan yang terajut centang perenang, aku memikirkan kita yang tak juga menemu titik temu.” Bunyi bip menggema, pertanda Dinda menerima 1 surel baru. “Aku mulai meragu bila kau tahu, sementara kalbuku tertawan pada kesepian, antara hidup dan tidak atas nama kesendirian.” Dinda memenuhi rongga dadanya hingga sesak.

“Aku bertanya, apa kau mengingatku?” Ia memberi penekanan pada kata tanyanya. Lalu memelankan suaranya, “atau tentang kita, hanya aku dan kamu, cerita dan tawa pada setiap detik berdua yang menjelma kristal, namun sublim pada detik berikutnya.”

“Kubingkis lagu ini untuk seseorang di sana,” Dinda menaikkan volume lagu yang ia pilih. Ia membanting kepala pada sandaran kursi dan berkali mengerjap mata. Lalu ia memutar kursi membelakangi monitor yang menampakkan 22 email belum terbaca. 

aku rindu setengah mati kepadamu
sungguh ku ingin kau tahu
aku rindu setengah mati

26 thoughts on “rindu setengah mati

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s