Hundred miles journey

Tulis aja dek,
       Tapi gak ada fotonya, mas..
Gak papa.. tulis aja.
      Oke.. Tulis. :D

Punggung saya masih separuh kaku, begitu juga pundak. Perjalanan panjang Kertosono – Malang -Kertosono dengan motor Sabtu (16/5) lalu penyebabnya.

Rencananya, Sabtu ini mau ke rumah calon mertua tapi urung,  karena mesti ngambil jas di kos an Dek Afam. Ini mendesak, 26 Mei besok mau dipake buat akad. Hmm..

Continue reading

ooppss..

Belakangan ini, saya lagi banyak nganggurnya. Gak heran, tulisan tercecer dimana- mana. :D Blog sih masih jarang update, lah ini sinyal hape dangdutan. BBM dan aplikasi lain terpaksa tidak difungsikan, tapi tenang saja.. masih banyak cara untuk stay connect dengan saya. Hehehe.. Emang siapa saya. :D

Hmm.. Saya juga sering nonton tv, berita- berita politik kadang menarik. :D Saya tidak berkompeten untuk bahas politik, tapi ada pola baru yang rasanya kok unik!

Saya sepakat kesalahan sekecil zarah pun harus diadili. Hukum emang harus ditegakkan, tapi ini aneh saja. Baru- baru ini kok musimnya Continue reading

Ibuk

Bisa jadi seseorang butuh waktu, yang seolah selamanya, untuk percaya pada kita. Saya pernah mengalaminya, mungkin karena pernah mematahkan, sehingga sudah melakukan yang terbaikpun tetap saja sia- sia. Tak apa.. :)

Bukan itu yang akan saya ceritakan, karena entah oleh apa, untuk percaya, bisa jadi seseorang tak butuh waktu sama sekali. Ibuk (calon mertua), contohnya.

Beliau sekalipun belum pernah bertatap muka dengan saya. Pun beliau tidak mengenal saya dekat. Tak juga pernah berbincang, meski sepatah kata. Mungkin hanya selintas cerita dari anaknya, yang sejujurnya juga belum lama tahu saya. Namun, beliau percaya saya akan berusaha membahagiakan anak bungsunya.

Saya teringat saat silaturahim ke Surabaya, ibuk menuntun saya memperkenalkan, ‘ini, bude mbak, mbaknya bapak.’ dan, ‘ini, Tutus, calonnya Bayu.’ :D Begitu seterusnya sampai ke mbah buyut.

Lalu, sewaktu acara, pas pakde bersikeras mau nyocokin weton dan sebagainya. Sedangkan keluarga saya ngotot Continue reading

5 April 15

Kini kamu telah bertunangan. Siapa sangka bisa secepat ini?

Kamu lupa bagaimana awalnya, pergantian tahun baru lalu ia mengomel kepadamu karena malamnya kelabu. Jauh- jauh hari sebelumnya kalian saling mengolok, hingga terucap olehmu doa semoga tahun barunya suram. Parahnya, doa itu juga mewujud padamu. :lol: Waktu itu kamu benar- benar kesal terus menerus dibilang nenek tua gak laku.

Awal Januari, kamu ke Surabaya untuk bertemu dengan dosen pembimbing dan dia menemanimu. Tapi tak ada cinta waktu itu, kalian bercerita panjang lebar. Hari berganti, ia tak selalu ada, sering menghilang lalu muncul kembali. Kesibukan memakan waktumu, teman- temanmu mulai berkurang dan ia Continue reading

People changes

Hai haiii… Lama banget saya gak nulis. Lah bagaimana lagi, belakangan tugas rasanya gak ada habisnya. Beruntung, pas deadline sekolah banyak- banyaknya, murid di rumah pas lagi libur. Hehe.. jadi ngajar bisa disambi. :D

Saya ngajar total 9 kelas, masing- masing kalikan (minimal) 40 siswa, kalikan lagi sejumlah 25 soal uraian. Iya! Uraian saudara- saudara.. :D Tapi tak apa lah.. Resiko. Hehe..
Ini yang menumpuk tinggal 3 kelas belum diapa-apa in. Semoga masih keburu sebelum deadline. Ada yang mau bantu?

Lupakan setumpuk kertas ujian, masih ada tugas lain. Buat rpp 3 kelas (beda tingkatan) 10 pertemuan ditambah nyiapin materi kuliahnya… – ahh gak usah dipikir berat- berat, kan bisa copas terus tambal sana sini. :p

Oke.. selesai sesi mengeluhnya, intinya… wajar kan kalau saya gak sempat bikin tulisan? Hehe.. pacaran aja sekarang gak ada waktu :p Udah berapa minggu ini paketan awet aja gak dipake video call. Hihi..

Belakangan ini saya lagi gilaaak banget belanja. Kalau dulu buku, sekarang tas, sepatu, baju. Duh.. :D Soalnya, ngerasa kerja pagi sampe malam, kalau gak dibuat senang- senang kok ada yang kurang. Hoho.. gak baik ini.

Hmm… people changes so does heart. :)

-tulisan dibuat tengah bulan lalu. Sekarang saya lagi proses resign, karena satu dan lain hal.. :)

Angin

Satu kata pertama yang terlintas tentangnya adalah romantis. Kau terkejut karena kata cinta ternyata bisa diumbar sesering yang kamu bisa. Setiap pesan, yang ia kirimkan, tak pernah lepas dari sekedar ‘i love u’ atau kalimat lebih kompleks lain yang sama maknanya. Kau juga terkejut karena jarak bisa ditekuk sedemikian rupa, video call dan sejenisnya telah menjadi menu rutin kala malam.

Tak jarang, di sela- sela kesibukan yang ia punya, sebuah foto mendarat di layarmu. Gambar yang mengabarkan ia sedang apa dan dimana. Ketika rindu tak terbendung, kalian saling menatap di video call. Iya.. tanpa kata. Kau kini tahu, romantis yang dulu kau sebut alay dan kekanakan ternyata sesuatu yang membahagiakan. :D

Saat kalian bertemu, Continue reading