mood booster

Sabtu yang mendung. Sepagian saya mandeg di depan laptop, berusaha bisa nulis artikel buat majalah yang tenggatnya tanggal 5 besok. Mas pimred sudah ngirim pesan di WA tanggal 1 lalu, “mbak, empat hari lagi ya.” Duh!

Sementara, kertas berisi kisi- kisi UAS SMP dan SD numpuk di meja minta segera dijamah untuk berubah menjadi soal latihan pertemuan seminggu kedepan. Tapi kepala masih kosong. Ditambah lagi kenyataan kalau si mas kesininya besok pagi.

Tetiba, semesta seperti mengerti kalau mood saya sedang dalam titik 0 – minus malah, ia membuat hape berbunyi. Kekasih! My own mood booster!

“Halo.. bisa bicara dengan Bu Tutus? Saya komandan intelejen NKRTI, Negeri Kesatuan Rumah Tangga Indonesia, meminta Ibu untuk menjalani pemeriksaan di Surabaya. Segera. Kalau menolak, akan diciduk paksa dan tidak dipulangkan.”😀

“Salah sambung, Pak!”

Lalu rentetan cerita menemukan muaranya. Dan.. Continue reading

USBN, nama baru UN

Nggak tega memberi kabar ini pada murid.😦 Saya menghindari menciptakan ketakutan siswa pada ujian. Kenapa? Ujian itu hal yang wajar! Sekolah salah satu bentuk berproses dan untuk mengetahui sejauh mana proses yang kita lakukan, ya dengan ujian. Meskipun, saya kurang setuju dengan teknis ujiannya.:/

Kalau ada yang berpendapat, “sekolah 3 tahun hanya untuk ujian kelulusan 3 hari.” Kalau kita benar dalam berproses, 3 hari ujian nggak akan jadi masalah besar. Iya kan?

“Yang penting proses belajar 3 tahun itu..” kata sebagian orang mencari alasan. Menurut saya kurang tepat. Seseorang terlihat besar karena hasilnya. Prosesnya? Nggak ada yang peduli, kecuali nanti kalau mereka sudah punya nama. Sebut saja Steve Jobs dan Bill Gates kalau mereka tidak menghasilkan sesuatu, akan se-terkenal sekarang? Hmm..

Standar nasional sekarang belum optimal karena yang diujikan dalam UN hanya beberapa pelajaran. Dengan USBN maka akan dilakukan untuk semua pelajaran.~ Menteri Pendidikan

Yahh.. akhirnya, UN pasti dihapus. Tapi Continue reading

selamat ulang tahun

Hei.. yang sedang di depan komputer meja kerja.🙂

Selamat menyambut usia 28!

Semua doa baik dilangitkan untuk harimu ini. Meski, tanpa hari spesialpun doa- doa tak pernah absen meminta Tuhan untuk penjagaanmu. Ahh.. ya Mas pasti tahulah.

Semoga panjang umur, sehat, dan bahagia selalu, Mas! Semoga sukses meniti karir dan membina keluarga. Semoga semua yang disemogakan mewujud. Ammiinn.

Jangan tanya hadiah. Aku sudah milikmu, tidak ada lagi yang perlu kamu minta.

**Jarak yang membuat kita tak bertemu hari ini, akan kita tebus di tahun – tahun berikutnya. Pastikan umur kita panjang.

UN 2017 Ditiadakan

Perihal berita yang sekarang sedang ramai dibicarakan, saya sepintas- sepintas baca dari status sosmed murid. Mencari info- info dari google nemu berita yang intinya masih akan dirapatkan dulu oleh Pak Presiden. Jadi mungkin ini juga masih isu, seperti sekolah fullday itu, mungkin, iyya.. mungkin.😀

Tapi, kalau seandainya benar, mari bersenang- senang dengan kemungkinan ini!

Saya teringat salah satu materi Stand Up Comedy yang dibawakan Sammy ~ not a slim boy, yang kurang lebih intinya begini, “Ujian dilaksanakan terpusat dikarenakan kekuatiran pemerintah pusat terhadap kecurangan oleh penyelenggara masing- masing daerah. Bagaimana bisa suatu sistem tidak mempercayai sistemnya sendiri? Kan ada yang salah!”

Benar juga! Sebagai orang tua kita menitipkan anak pada sekolah, yang oleh sistemnya tidak dipercaya. Hah? Ini kan tidak masuk akal.

Penilaian yang objektif seharusnya langsung oleh guru yang mengamati proses perkembangan anak. Continue reading

Tapak Asta

H +20 ; Signed Book – Bookstagram KBI 2016

Mendapat buku bertandatangan bukan hal yang sulit sekarang. Rajin- rajin saja cek timeline sosial media penerbit atau penulis favorit, buku bertanda tangan bisa dipesan selama periode pre order. Saya selalu ketinggalan promo ini, lalu beralasan, “ahh.. itukan untuk semua orang. Nggak spesial!”😀

Kesempatan pun datang. Suatu hari cerah di bulan Oktober 2014 saya dengan beruntungnya bisa bertemu Ayu Utami. Seluruh bukunya saya bawa ke Malang, barangkali bisa mendapat satu atau lebih tanda tangannya. Atau, siapa tahu ada sayembara pembawa buku terbanyak atau apalah. Hehehe.

Setelah keseluruhan sesi materi ditutup, ada kesempatan untuk menyapa Ayu Utami secara langsung. Berfoto dan berbincang sebentar dengan idola yang tidak pernah terlupakan sepanjang saya hidup.😀 Ahh.. begitu rasanya bertemu seorang yang karyanya senantiasa memenuhi kepala. Hehe.

Cerita tentang itu saya tulis di Sehari Bersama Ayu Utami.

Continue reading