One

-tulisan ini tidak penting, disarankan untuk tidak dibaca-

Sudah 4 atau 5 hari, sulit untuk tidur nyenyak. Malam- malam terasa gelisah, mimpi buruk berturut mengejar saya saat terlelap.

Seseorang, sebut saja S, selalu ada didalamnya. Memerankan beragam karakter yang merobek hati saya, hingga terasa sakitnya walau sudah terjaga.

Tapi.. Beruntungnya saya punya tempat terbaik untuk melepas keluh : kekasih. “Sabar yaa… kalau saja kita lebih sering bertemu, membuat banyak kisah baru, pasti kisah lama nggak bakalan sering keinget lagi.”

Nah, kan? Continue reading

Something magic is about to begin

Alhamdulillah..

Sedari dulu, sewaktu mendapat kabar menerima beasiswa untuk kuliah, selalu berjanji suatu saat ilmu yang saya miliki tidak hanya untuk mempertebal dompet sendiri. Yaa.. meskipun belum seberapa banyak, ingin bermanfaat buat orang lain, dalam wujud apapun. :) Dan kini, pelan- pelan janji itu mewujud. Bahkan, sering dibuat meragu apakah mimpi saya hidup atau saya hidup dalam mimpi. Dua minggu ini terlampau mustahil dan begitu cepat mengubah banyak hal. Lagi- lagi dipaksa percaya, bahwa ketika saya melakukan kebaikan kecil ternyata Tuhan bekerja melipat-gandakan. :D

Jumlah murid sekitar 70 an, semoga masih bisa bertambah.. Saya kok optimis bisa 100. Bismillah.. :)

Tenaga bantu mengajar ada 7. Beruntungnya, saya dipertemukan dengan orang- orang yang berniat membantu, bukan melulu masalah Continue reading

Bad Day

“Sebentar ya.” Ucapku padanya lebih dari separuh jam lalu dan dia masih di bawah sana. Aku masih ingin menambah waktu tunggunya hingga genap satu jam. Ahh.. aku merasa demikian tega, tapi apa daya? Aku kesal padanya. Kesal. Itu saja.

Tadi pagi aku berjalan kaki ke kampus karena ia tertidur. Semalam ia membawa motorku karena motornya belum selesai diservis. Selesai kuliah, aku juga harus berjalan lagi setelah menolak beberapa ajakan pulang bareng. Itupun masih ditambah dengan sejam menunggu sebelum dia akhirnya berkata : ada acara kantor yang tak bisa kutinggal.

Hukuman dariku bahkan tidak sebanding dengan apa yang sudah diperbuatnya sehari ini. Anggap saja 20 menit pertama sebagai upah lelah karena menghubunginya sampai gila pagi sebelum

Continue reading

Amarah

“Kamu tidak tahu bagaimana rasanya,” ia menatap jutaan bintang di langit. Aku juga.

“Ia bilang aku tidak serius memperjuangkannya.” Lalu matanya beralih padaku. “Aku serius. Hanya saja permintaannya terlalu mustahil kukabulkan.”

“Tidak mustahil, kamu hanya tak mau berusaha.”

“Berusaha yang bagaimana? Ia menuntutku melamarnya dalam hitungan minggu. Aku bahkan belum mendapat pekerjaan. Apa yang bisa kukatakan di depan keluarganya?” Ia kembali menatap langit.

“Aku menurunkan semua keinginanku. Ingin menikah di usia 27, sudah kumajukan setahun. Ingin memiliki mobil dulu, telah kuubah jadi motor. Aku meminta waktu lebih lama, akan kuusahakan, T.” Ia melanjutkan.

Aku masih tak tahu harus menjawab apa. Mulutnya kembali terbuka, “siapa yang ingin hubungannya hancur di tahun ke 7? Aku pun tidak. Kamu tidak tahu bagaimana rasanya.”

“Berhentilah bilang begitu. Aku tahu rasanya.
Continue reading

Angin #2

Siapa bilang kalau sudah saling sayang masalah tidak bisa membesar? Bisa.

Sabtu, hari ini, ia tak kesini. Lagipula kamu juga tidak tega, kuatir puasanya gak kuat. Hehehe. Tugasmu pun sedang menggunung, menunda- nunda pekerjaan ternyata tidak membuatnya selesai. *iyalah

Tiga atau empat hari lalu, hampir tiap malam kamu tidur dengan sesak. Kecewa. Susah sekali mencari kapan saat yang tepat untuk cerita. Waktu dan jarak baru terasa jadi kendala, apalagi kini kesibukan sama- sama padatnya.

Merasa bahwa kecewamu konyol sekali, sewaktu ia bilang, “ini kalau selesai, lumayan Continue reading

Latepost

Tulisan ini tidak ditujukan ke siapapun, selain diri sendiri. :D

Forget your past!
Its not being bitter!
Its just being fair enough to the next person who will try to be the one of you.

Kekasih bercerita tentang seseorang. Siapa lagi kalau bukan cinta tujuh tahunnya yang tetiba menikah. Mbaknya (panggilan akrab dari saya) berkali- kali menghubungi kekasih. Entah untuk alasan apa. Kangen barangkali? Hehehe.

Tidak apa. Perasaan saya baik- baik saja. Toh, saya tahu benar seberapa bencinya kekasih pada mbaknya. Yang bikin heran, kan dianya sudah menikah to. Malah yang terpikir

Continue reading