setelah sekian lama

Haaaiii.. 🙂

6 bulan nggak nge-post tulisan bikin saya bingung mesti nulis darimana. Hehe.

Yyahh.. karena ini masih suasana lebaran, mari kita buka saja dengan : Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin. Selamat lebaran dan selamat bekerja kembali setelah libur panjaaang. 😀

Oh.. salah satu yang menarik dari lebaran ini adalah dibukanya banyak jalur baru, salah satunya tol Surabaya – Kertosono. Banyak orang bilang, jalur ini mempersingkat waktu perjalanan hingga separuhnya, sekaligus mengurai kemacetan di persimpangan BangJuRi (Jombang – Nganjuk – Kediri). Nah, ini bikin Kertosono rame banget – sampai macet malah. Hehe. Dampaknya, banyak pedagang yang makin laris, jualan buah ibu – bapak termasuk. 🙂 Alhamdulillah..

Kalau sudah begini, rasanya nggak adil kalau ada yang dengan sesuka hati menghina kerja Bapak Presiden kita. Continue reading

Kebijakan Ujian Nasional 2017

  1. Ujian Nasional tetap dilaksanakan
  2. Ujian Sekolah ditingkatkan mutunya menjadi USBN 2017 (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) untuk beberapa mata pelajaran
  3. Memperluas pelaksanaan berbasis komputer, baik UN maupun USBN

Ujian nasional tetap dilaksanakan, hanya saja mata pelajaran yang diujikan berkurang. Tahun sebelumnya, jurusan IPA terdapat 6 mata pelajaran : Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia. UN tahun ini hanya 4, untuk pelajaran Kimia, Fisika, Biologi boleh dipilih salah satu.

Beberapa hari lalu, saya tanyakan ke murid, dia pilih pelajaran apa. “Biologi, Mbak. Katanya guruku, itu nanti ujiannya berdasarkan sekolah. Jadi kalau sekolah sepakat pilihannya Biologi, ya Biologi semua. Karena, untuk hitungan sudah diwakili sama Matematika.” Saya melongo. Continue reading

batal main #2

Siang kemarin, saya hubungi ketua panitia kejurkab. Minta konfirmasi, adek saya sudah daftar, uangnya diterima tapi kok namanya dicoret dari daftar lomba. Pak ketua bilang, beliau tidak ikut TM dan tidak bisa memutuskan kesalahan ada di pihak mana. Intinya, masalah ini akan dibawa saat evaluasi di penutupan kejurkab.

Bikin makin geram, saat saya minta pertangungjawabannya dijawab begini, “kalau nggak bisa main, uang pendaftarannya bisa diambil di kesekretariatan.” Saya bukan mau minta uang! Ini adek saya dihapus haknya secara sepihak tanpa konfirmasi apa- apa. Meskipun, tidak bisa disangkal juga ketidakhadiran wakil atlet sewaktu TM juga salah satu pemantik masalahnya. Ahh!

Malamnya, saya ke Pak T. Ibuk Bapak sih dari awal bilang, “nggak usah lah, Mbak.” Nah sayanya ngeyel pengen masalah ini nggak berlarut- larut. Capek kan ya kita mikir dan benci orang tapi nggak ada penyelesaian.

Pak T cerita kalau yang kurang profesional panitianya. Edaran yang disebarkan pada poin ke 4 jelas kalau yang diundang adalah klub se-kabupaten. Continue reading

batal main

tulisan ini panjang dan menebarkan kebencian. ditulis hanya untuk melegakan pikiran.

Saya baru saja menjejak kaki di depan rumah saat diberi kabar, “adekmu nggak bisa main, Mbak.”

Masalah intinya adalah tidak ada yang ikut TM. Barusan saya kontak guru olahraganya, “loh? kan yang ikut TM njenengan Mbak.” Padahal undangan TM sudah saya kirimkan 9 Des lalu via WA ke gurunya.

Saat saya sertakan screen capture-nya, beliau bilang, “oh iya mbak, hapenya dibuat mainan anak saya jadi nggak tahu.” :/ *ambil nafas panjang

Bapak juga nggak datang TM, “gampang. Nanti titip Pak Z.” Beliau pelatih di klub lain dan teman baik Bapak. Lagipula info lomba juga dari beliau, jadi pasti Pak Z memihak adek. Sayangnya, pada saat TM, Pak Z berhalangan hadir.

Nah, yang jadi sasaran telah lalai dari tugas adalah saya. Seharusnya saya yang ikut TM. Ahh!

Continue reading

rak buku, workshop, dan surat kerjasama

Sepertinya lama sekali saya nggak nulis, hehe. Kepala penuh dan bingung mengurai cerita satu persatu.

3 minggu lalu murid UAS gantian. Jadwal ngajar saya penuh, pagi juga. Si mas bilang, “nggak usah nemen- nemen kerjanya, Dek.” Padahal saya mikirnya nggak sedang kerja. Saya senang ketemu anak- anak dan belajar bareng mereka.

Lalu, mulailah andalan si mas, “seneng mana sama ketemu aku?” Duh! 😆

Kemarin hari terakhir ngajar semester ini dan jadi sedih sendiri karena akan nganggur sampai 2 Januari. Lama sekali. Padahal minggu- minggu sebelumnya rindu liburan, eh pas libur beneran bingung juga mau diisi apa, selain nungguin suami pulang. :/ Ahh..

Yasudahlah, kerjakan nanti apa yang ada. Bersih- bersih kelas dan rak buku misalnya.

Yah.. Akhirnya, untuk pertama kali, setelah Continue reading