5 April 15

Kini kamu telah bertunangan. Siapa sangka bisa secepat ini?

Kamu lupa bagaimana awalnya, pergantian tahun baru lalu ia mengomel kepadamu karena malamnya kelabu. Jauh- jauh hari sebelumnya kalian saling mengolok, hingga terucap olehmu doa semoga tahun barunya suram. Parahnya, doa itu juga mewujud padamu. :lol: Waktu itu kamu benar- benar kesal terus menerus dibilang nenek tua gak laku.

Awal Januari, kamu ke Surabaya untuk bertemu dengan dosen pembimbing dan dia menemanimu. Tapi tak ada cinta waktu itu, kalian bercerita panjang lebar. Hari berganti, ia tak selalu ada, sering menghilang lalu muncul kembali. Kesibukan memakan waktumu, teman- temanmu mulai berkurang dan ia Continue reading

People changes

Hai haiii… Lama banget saya gak nulis. Lah bagaimana lagi, belakangan tugas rasanya gak ada habisnya. Beruntung, pas deadline sekolah banyak- banyaknya, murid di rumah pas lagi libur. Hehe.. jadi ngajar bisa disambi. :D

Saya ngajar total 9 kelas, masing- masing kalikan (minimal) 40 siswa, kalikan lagi sejumlah 25 soal uraian. Iya! Uraian saudara- saudara.. :D Tapi tak apa lah.. Resiko. Hehe..
Ini yang menumpuk tinggal 3 kelas belum diapa-apa in. Semoga masih keburu sebelum deadline. Ada yang mau bantu?

Lupakan setumpuk kertas ujian, masih ada tugas lain. Buat rpp 3 kelas (beda tingkatan) 10 pertemuan ditambah nyiapin materi kuliahnya… – ahh gak usah dipikir berat- berat, kan bisa copas terus tambal sana sini. :p

Oke.. selesai sesi mengeluhnya, intinya… wajar kan kalau saya gak sempat bikin tulisan? Hehe.. pacaran aja sekarang gak ada waktu :p Udah berapa minggu ini paketan awet aja gak dipake video call. Hihi..

Belakangan ini saya lagi gilaaak banget belanja. Kalau dulu buku, sekarang tas, sepatu, baju. Duh.. :D Soalnya, ngerasa kerja pagi sampe malam, kalau gak dibuat senang- senang kok ada yang kurang. Hoho.. gak baik ini.

Hmm… people changes so does heart. :)

-tulisan dibuat tengah bulan lalu. Sekarang saya lagi proses resign, karena satu dan lain hal.. :)

Angin

Satu kata pertama yang terlintas tentangnya adalah romantis. Kau terkejut karena kata cinta ternyata bisa diumbar sesering yang kamu bisa. Setiap pesan, yang ia kirimkan, tak pernah lepas dari sekedar ‘i love u’ atau kalimat lebih kompleks lain yang sama maknanya. Kau juga terkejut karena jarak bisa ditekuk sedemikian rupa, video call dan sejenisnya telah menjadi menu rutin kala malam.

Tak jarang, di sela- sela kesibukan yang ia punya, sebuah foto mendarat di layarmu. Gambar yang mengabarkan ia sedang apa dan dimana. Ketika rindu tak terbendung, kalian saling menatap di video call. Iya.. tanpa kata. Kau kini tahu, romantis yang dulu kau sebut alay dan kekanakan ternyata sesuatu yang membahagiakan. :D

Saat kalian bertemu, Continue reading

skyscraper

*judul ditulis tepat saat Boyce Avenue menyanyikan ini untuk saya*

Hai haiii… Lebih dari sebulan gak update! Banyak banget nget nget cerita dalam hidup yang gak sempat saya abadikan. :) Tak apa, hanya sederet luka- luka kecil.

Ah.. Sudah!

Hari ini saya mau cerita kalau tadi siang terima gaji! (meski ini terhitung gaji kedua) Hahaha.. Beda ya rasanya gaji dari tempat saya ngajar dan gaji dari murid saya langsung.

Saya tidak sedang ingin menghitung- hitung antara gaji dan perjuangan PP Kediri- Kertosono setiap hari. Tidak! Sudah dari wawancara dulu saya pernah diingatkan tentang gaji yang tidak seberapa. Waktu itu saya menjawab, “materi dari LBB di rumah sudah bisa dibilang cukup, Pak. Saya butuh status.” Ya, itulah kenyataannya. Orang hanya melihat dari luar saja, akan tampak lebih keren lulusan kuliahan menyandang gelar Dosen daripada Pengusaha. Ya kan? Ya kan?

Hidup di tengah- tengah masyarakat itu gampang- gampang susah. Saya beruntung karena keluarga sepenuhnya Continue reading

harapanku menyublim

“Jahat! Jahat! Kamu jahat!” Ia memukuliku dengan kedua tangan saat pintu kubuka. “Kenapa handphone-mu mati? Kenapa semua private message-ku gak kamu balas, Hen?”

Aku teringat bagaimana kisahku dimulai. Aku mencintainya sejak kami berseragam putih biru. Ia, gadis berkuncir dari kelas tetangga yang mencuri hatiku pada pandangan pertama. Senyumnya bisa menyihirku. Renyah suaranya selalu kurindukan. Aku selalu berusaha mendekatinya. Sayangnya, cintaku bertepuk sebelah tangan.

SMA, takdir menjodohkanku dengannya. Kami sekelas hingga lulus. Bahkan juga se-ekstra, lebih tepatnya karena aku yang menyamai aktifitasnya. Sering aku berkunjung ke rumahnya, ia pun juga sama. Andai ia mencintaiku waktu itu, kami pasti sudah menikah kini. Tapi Tuhan tidak rela, kami diterima di universitas yang berbeda. Sejak itu, kami tak lagi berhubungan.

“Hen, aku ini apa sih?” Arus waktu melemparkanku kembali
Continue reading

Dek, merokok itu membunuhmu, cius!

If you tell a lie big enough and keep repeating it, people will eventuall come to believe it. –Joseph Goebbels Nazi

Begitulah cara propaganda. Kebohongan yang terus diulang akan dipercayai sebagai bentuk kebenaran yang baru. Iklan rokok, salah satunya. Ia mengkampanyekan gaya hidup keren, maco, gaul, percaya diri, dan setia kawan. Hal inilah yang menyesatkan fase pencarian jati diri yang umumnya dialami remaja. Gencarnya industri rokok juga menyasar acara- acara berkumpulnya remaja, misalnya event musik dan olahraga.

Akhir 2012, penelitian dilakukan oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak terkait dampak iklan rokok terhadap minat anak untuk merokok. Hasilnya, 93 persen dari 10 ribu anak usia SMP di 10 kota tertarik merokok dari media televisi. Sebanyak 34 persennya, tertarik merokok pada saat acara musik.

Tahun 2013, sebuah data menunjukkan mayoritas siswa laki- laki di Sekolah Menengah Pertama Jakarta kedapatan membawa rokok saat sekolah. Itu sembunyi- sembunyi, kini lebih banyak lagi yang tak malu, terang- terangan, bahkan di depan orang tuanya sendiri. Di sekitar tempat tinggal saya, kecamatan kecil, remaja putra banyak merokok di warung- warung kopi pingir jalan pada Continue reading