Kebijakan Ujian Nasional 2017

  1. Ujian Nasional tetap dilaksanakan
  2. Ujian Sekolah ditingkatkan mutunya menjadi USBN 2017 (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) untuk beberapa mata pelajaran
  3. Memperluas pelaksanaan berbasis komputer, baik UN maupun USBN

Ujian nasional tetap dilaksanakan, hanya saja mata pelajaran yang diujikan berkurang. Tahun sebelumnya, jurusan IPA terdapat 6 mata pelajaran : Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia. UN tahun ini hanya 4, untuk pelajaran Kimia, Fisika, Biologi boleh dipilih salah satu.

Beberapa hari lalu, saya tanyakan ke murid, dia pilih pelajaran apa. “Biologi, Mbak. Katanya guruku, itu nanti ujiannya berdasarkan sekolah. Jadi kalau sekolah sepakat pilihannya Biologi, ya Biologi semua. Karena, untuk hitungan sudah diwakili sama Matematika.” Saya melongo. Continue reading

batal main #2

Siang kemarin, saya hubungi ketua panitia kejurkab. Minta konfirmasi, adek saya sudah daftar, uangnya diterima tapi kok namanya dicoret dari daftar lomba. Pak ketua bilang, beliau tidak ikut TM dan tidak bisa memutuskan kesalahan ada di pihak mana. Intinya, masalah ini akan dibawa saat evaluasi di penutupan kejurkab.

Bikin makin geram, saat saya minta pertangungjawabannya dijawab begini, “kalau nggak bisa main, uang pendaftarannya bisa diambil di kesekretariatan.” Saya bukan mau minta uang! Ini adek saya dihapus haknya secara sepihak tanpa konfirmasi apa- apa. Meskipun, tidak bisa disangkal juga ketidakhadiran wakil atlet sewaktu TM juga salah satu pemantik masalahnya. Ahh!

Malamnya, saya ke Pak T. Ibuk Bapak sih dari awal bilang, “nggak usah lah, Mbak.” Nah sayanya ngeyel pengen masalah ini nggak berlarut- larut. Capek kan ya kita mikir dan benci orang tapi nggak ada penyelesaian.

Pak T cerita kalau yang kurang profesional panitianya. Edaran yang disebarkan pada poin ke 4 jelas kalau yang diundang adalah klub se-kabupaten. Continue reading

batal main

tulisan ini panjang dan menebarkan kebencian. ditulis hanya untuk melegakan pikiran.

Saya baru saja menjejak kaki di depan rumah saat diberi kabar, “adekmu nggak bisa main, Mbak.”

Masalah intinya adalah tidak ada yang ikut TM. Barusan saya kontak guru olahraganya, “loh? kan yang ikut TM njenengan Mbak.” Padahal undangan TM sudah saya kirimkan 9 Des lalu via WA ke gurunya.

Saat saya sertakan screen capture-nya, beliau bilang, “oh iya mbak, hapenya dibuat mainan anak saya jadi nggak tahu.” :/ *ambil nafas panjang

Bapak juga nggak datang TM, “gampang. Nanti titip Pak Z.” Beliau pelatih di klub lain dan teman baik Bapak. Lagipula info lomba juga dari beliau, jadi pasti Pak Z memihak adek. Sayangnya, pada saat TM, Pak Z berhalangan hadir.

Nah, yang jadi sasaran telah lalai dari tugas adalah saya. Seharusnya saya yang ikut TM. Ahh!

Continue reading

rak buku, workshop, dan surat kerjasama

Sepertinya lama sekali saya nggak nulis, hehe. Kepala penuh dan bingung mengurai cerita satu persatu.

3 minggu lalu murid UAS gantian. Jadwal ngajar saya penuh, pagi juga. Si mas bilang, “nggak usah nemen- nemen kerjanya, Dek.” Padahal saya mikirnya nggak sedang kerja. Saya senang ketemu anak- anak dan belajar bareng mereka.

Lalu, mulailah andalan si mas, “seneng mana sama ketemu aku?” Duh! 😆

Kemarin hari terakhir ngajar semester ini dan jadi sedih sendiri karena akan nganggur sampai 2 Januari. Lama sekali. Padahal minggu- minggu sebelumnya rindu liburan, eh pas libur beneran bingung juga mau diisi apa, selain nungguin suami pulang. :/ Ahh..

Yasudahlah, kerjakan nanti apa yang ada. Bersih- bersih kelas dan rak buku misalnya.

Yah.. Akhirnya, untuk pertama kali, setelah Continue reading

Kabar Gembira, UN Batal Dihapuskan

Sore tadi dapat kiriman WA dari murid. Katanya, “Mbak, akhirnya… ” disusul gambar berita dari TV dengan tagline : Moratorium UN Ditolak. USBN yang kabarnya siap 70% tidak diterima presiden. Semoga ini keputusan final. Pasalnya, 5 bulan bukan waktu yang lama, kasihan anak- anak tidak kunjung mendapat kepastian.

Kalau UN tetap dilaksanakan, yang harus diingat oleh pemerintah adalah pelaksanaannya diperbaiki. Jangan lagi ada alasan : distribusi terlambat, salah soal, soal kurang, dan sebagainya.

Dan lagi.. satu hal yang juga bapak menteri ingat : menaikkan standar nilai tanpa disertai perbaikan kualitas pendidikan hanya akan memperbesar kemungkinan adanya kecurangan. 🙂

Ah..petinggi- petinggi disana pasti sudah tahulah langkah terbaik.

Semoga UN tahun ini berjalan lancar.

**Besok UAS hari terakhir. Jadi anak- anak, selamat liburan!