Games : Mengenal Anggota Tubuh

Sebelumnya, setiap mandi A hanya main air saja. Entah tuang menuang, pukul- pukul air, keluar masuk bak mandi, dan lainnya. Belakangan, karena tambah besar dan saya makin kualahan, kepikiran untuk ngenalin anggota tubuhnya selama mandi. Ternyata itu efektif bikin A duduk tenang mendengarkan.

Sambil usap- usap punggung bilang, “ini punggung, ya Dek. Kalau ini pundak. Yang Mama sampoin ini rambut, dan seterusnya.” A juga paling seneng kalau sambil nyanyi, “ibu jari berkata telunjuk yang kesatu… (lanjut sampai selesai)” sambil sabunin jari- jari tangannya.

Nah, waktu bagian alat kelamin saya lompatin karena masih belum kepikiran mau dinamakan apa. Apa burung? Atau titit? Atau penis? Kemudian saya baca- baca ig story-nya @mamamolilo (yang sebagian besar gaya parentingnya saya ikuti :D) tentang edukasi sex sejak dini. Lalu menyimpulkan memang baiknya harus dikenalkan apa adanya sesuai namanya, sebagaimana kita menyebut mata adalah mata atau jempol adalah jempol. Hehe.

Bagi saya ini satu lompatan besar karena nyebut namanya saja sudah saru, malu, tabu, apalagi ngenalin itu ke anak. Nah.. PR kan ya. Tapi memang harus dilakukan.

Continue reading

Memulai Budaya Gemar Baca

Sudah mewanti- wanti diri sendiri, jangan sampai perkenalan A dengan buku adalah saat ia sekolah. Ketika buku identik dengan pelajaran dan membaca menjadi kegiatan yang membosankan. Ini alasan mengapa sebagian penghuni rak mainan A adalah buku padahal usianya baru 4 bulan. Hehe.

Rak mainan A kalau pas rapi. Hehe.

Kenapa membaca penting bagi saya adalah karena ini ketrampilan sepanjang hayat apapun medianya, baik buku atau gawai. Seseorang yang rajin membaca memiliki pengetahuan luas, berpikir cerdas, dan sudut pandangnya pun tidak terbatas. Akibatnya, ia menjadi lebih

Continue reading

Mama Hebat KomPAK

Sudah sejak lama, saya tahu ada whatsapp grup Mama Hebat KomPAK dari Komunitas KBW (Kediri BabyWearers) tapi belum minat gabung. Kenapa? Kuatir kalau ibu asi garis keras ngumpul pasti saya baper karena dikucilkan (buruk sangka duluan. Hehe). Ohya, KomPAK  adalah Komunitas Peduli Asi Kediri. 

Benar ternyata, hari pertama masuk, dua atau tiga anggota masing- masing mengirim gambar ibu yang memberikan dot pada anaknya. Foto itu diambil diam- diam. Lalu, oleh anggota lain ditanggapi dengan kalimat menyayangkan. Di sini, saya tidak sepakat, semangat mengedukasi boleh tapi kalau mengomentari ketidaktahuan orang di circle kita, kok rasanya nggak etis. Lha mbok daripada difoto, samperin orangnya terus ajak omong baik- baik kan lebih enak. (Nah, ini saya juga nggak etis, ngomentarin member grup di belakang mereka. Ahh.. )

Saya hubungi adminnya, minta dihubungkan ke konselor asi karena ingin konsultasi tentang mpasi. Oleh adminnya, disarankan untuk tanya di

Continue reading

Persalinan Dengan BPJS

Faskes 1 saya adalah pusat pelayanan kesehatan UNAIR. Suami yang daftarin di sana padahal saya domisili masih Kertosono dan berniat lahiran di sekitar sini saja.

Atas usulan Tante, yang kebetulan nakes, njagani kalau nanti ada apa- apa sewaktu persalinan, saya pindah faskes 1 di Puskesmas Jabon Jombang. Syaratnya mudah, langsung saja ke website BPJS, pindah domisili, langsung akan diberi kartu dalam bentuk pdf. Kartu ini dicetak dan dibawa ke puskesmas tersebut.

Persyaratan puskesmas dalam memberi rujukan adalah setelah 3 kali kontrol. Pas banget! Dalam perhitungan saya sudah rencana : kontrol pertama saat hamil 8 bulan, 9 bulan, dan 9 bulan 2 minggu.

Saya waktu itu mikirnya, faskes 1 kan tidak melayani persalinan, jadi mungkin ketika hari H saya bisa langsung dirujuk ke

Continue reading

Cerita Imunisasi Si A

Semenjak gagal imunisasi oleh dsa karena A sakit, yang sudah ditulis disini. Suami dan saya memutuskan untuk ke puskesmas saja, karena sudah hampir terlambat sementara berturut- turut dsa libur. Tapi ini ada baiknya sebab ternyata di puskesmas gratis. Hehe, minggu lalu saat mendapat daftar harga vaksin, sempat meringis juga. 😀

Daftar harga vaksin di Kediri

Pertama kali menemani A divaksin adalah saat BCG. Suntik di tangan kanan, yang sampai 4 bulan ini bengkaknya belum hilang. BCG ini enaknya adalah tidak menyebabkan demam. Hehe. Bengkaknya-pun kalau kesenggol nggak masalah, jadi mungkin nggak sakit

Beda dengan BCG, DPT 1 bikin kuatir. Sejak dari puskesmas A seketika

Continue reading