random memory of mine #2

Tulisan ini sengaja tidak diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia untuk menjaga keotentikannya. :) Seri ini dibuat untuk mengabadikan percakapan dengan Bapak dan orang- orang rumah. Oke dah.. langsung saja check this out!

B : Bapak; S : Saya; I : Ibuk

#6

B : Manggis Mbak?
S : Manis nopo mboten?
B : Manggis i gak enek sing manis Mbak. (Sambil ngasih manggis.)
S : (Makan manggis.)
B : Pie mbak?
S : Manis. (Memang manggisnya manis.)
B : Lah iku gara- gara sampean liat Bapak, maleh manis manggise.
S : :D

#7

Pagi- pagi pada ngumpul nonton TV. Saya suka lihat 8-11 show Metro TV.

S : Ini loh Bund, ganteng! (Nunjuk Continue reading

Kediri – Nganjuk, sore ini

Sebentar, cerita ini panjang dan sembari mengusir lelah saya berdoa semoga lapis- lapis ingatan tidak segera pudar. :D

Hari ini Jum’at, saya berencana mengantar Cut pulang setelah semalam menginap di rumah. Rencananya pagi tapi batal. Panjang ceritanya dan tidak terlalu penting. Intinya : batal. Siangnya, saya bertemu ibunya Cut yang meminta segera memulangkan anaknya karena beberapa hal. Itu juga bukan inti dari cerita, jadi tak usah diperpanjang. Saya menyanggupi.

Rencananya (rencana lain, setelah rencana pertama batal), Cut ingin menginap semalam lagi dan ikut saya ke Nganjuk mengantar Dek Fifi latihan. Tentu saya tidak ingin sepenuhnya membatalkan, hanya sedikit memodifikasi : Cut tidak kembali ke rumah tapi naik bis Kawan Kita ke Kediri dari Jalan Mastrip Nganjuk. Celakanya, dia keberatan. Saya mengantarnya ke Kediri. Rela atau tidak, itu urusan paling akhir, ikhlas itu proses, yang penting lakukan dulu.

Sampai di Nganjuk jam 4-an, saya minta istirahat sebentar. Lanjut lagi ke Kediri dan balik lagi ke Nganjuk tanpa istirahat. Tiba di GOR jam 6 lebih 7 menit. Cerita lebih dramatisnya begini :

Keluar dari GOR, matahari sudah hampir tenggelam. Saya diserang kantuk dan memilih berhenti sebentar untuk membeli kopi. Perjalanan dilanjutkan, jalanannya asing buat saya. Beberapa kali sempat melintasi Kediri-Nganjuk, tapi itu dengan Bapak dan naik mobil. Persawahan di sepanjang jalan membuat bergidik membayangkan akan melintasinya sendirian kala pulang. Ditambah lagi cerita Cut tentang jalanan yang gelap di waktu malam karena minimnya lampu. Ohh.. Teganya dia memperburuk su Continue reading

cinta tanpa meminta

Entah apa yang salah denganku hingga secara terang- terangan ibu selalu bilang adik adalah anaknya tersayang. Sakit hati? Tentu. Beruntung, aku mempunyai pertahanan hati yang cukup tebal. Sesekali mungkin terucap, hingga kian lelah karena sepenuhnya aku yakin cinta memang tak bisa dipilih harus tertambat pada hati yang mana.

Alasan- alasan yang ibu kemukakan terlalu klise untuk sekedar menjadi penghiburan. Dulu, dulu sekali sebelum sedewasa ini, aku mendendam. Untuk hal yang sama, perlakuan yang kami terima berbeda, kalau tidak bisa dibilang sangat dan teramat berbeda. Selalu saja ada satu bagian kecil dalam hati yang berteriak, “bukan berarti jika tidak meminta berarti saya tidak ingin.” Berbeda dengan adik, seringnya, aku dibelikan karena ibu tahu barang itu sedang kubutuhkan.

Ada satu titik dimana aku lelah dan menyerah. Dalam hati, aku bertekad untuk setidaknya jangan sampai menjadi yang paling dibenci. Lalu, sebisa mungkin aku menuruti semua yang ibu mau. Meski tidak sependapat, meski kesal, dan sebenarnya tidak ingin, yang penting bilang aku bilang “nggih”. Bagiku, ikhlas butuh proses, yang penting aksinya dulu.

Suatu kali, ibu bilang, “diantara anakku semua, kamu adalah anak yang sejak Continue reading

penyesalan dan rasa syukur

Wah.. Gak kerasa sudah April. Kalau lihat- lihat blog, Maret lalu cuma post 2 tulisan, parah! Bukannya sok sibuk, tapi di waktu luang energi saya habis, kepala rasanya sudah kosong. :D

Bulan ini saya senang sekali, senang berlipat- lipat. Sejak November lalu, setelah perenungan yang panjang karena tak juga mendapat pekerjaan, saya akhirnya menetapkan target. Jika sampai akhir Desember belum juga dapat kerja, saya ingin serius berwira-usaha.

Sebelumnya, sedikit bercerita. Beberapa bulan lalu saya menyesal pernah menolak bekerja di salah satu Perusahaan di Surabaya dengan beberapa alasan sederhana. Tidak sesuai dengan keilmuan saya-lah, ini-lah, itu-lah, sampai yang paling pamungkas adalah ketidaksesuaian gajinya. Beberapa kali sempat ditegur, “kenapa gak dijalanin dulu?” “Gaji segitu, udah gede. Buat pengalaman saja.” Dan lainnya yang makin membuat sesak  dada. :(

Tapi lebih dari semua itu saya percaya, masih percaya, bahwa dimana ada kemauan, disana ada jalan. Meski tidak mulus, lambat laun pintu- pintu rejeki Continue reading

aku kamu dan 7 tahun ini

Gema saat aku berjalan di panel kayu lorong ini begitu familiar. Bunyi yang dapat didengar hanya sewaktu aku datang terlalu pagi. Di sebelah kanan kiri berjajar pintu dengan lambang kelas masing- masing, aku mengamati lekat satu per satu. Sterofoam smiley kuning pada pintu ketiga memanggilku saat aku melintasinya. Seorang lelaki di pojok ruang mengangguk- angguk menikmati musik dari headphone dan perempuan di ujung yang lain memutar ponsel miliknya diatas meja gelisah, aku menghampirimu. Kamu bersandar pada bingkai jendela, menghadap tempat parkir bawah yang lengang.

Aku tahu siapa yang kamu cari. Lelaki yang secara drastis membuatmu bangun pagi dan menunggu di jendela ini untuk dapat menatapnya 20 atau 30 detik. Kamu hapal tempatnya memarkir motor dan disanalah matamu tertuju. Lalu, saat ia datang, kamu, entah demi apa, menghitung langkah kakinya hingga menghilang. Dua puluh tiga langkah jika melewati utara masjid sekolah, dan dikurang 7 jika melewati selatan masjid, yang artinya ia akan mampir ke sanggar pramuka terlebih dulu. Namun, jika ia sedikit kesiangan, hingga parkir motornya berpindah, maka akan dijumlah 1 langkah setiap geser satu motor.

Waktu berjalan malas. Saat kejenuhanku Continue reading

origami sampai glenn fredly

Tags

, , , , , , , ,

Lama banget gag post, laptop saya masih dipinjam, kalo ngetik di komputer gak nyaman #alasan. Gak ada yang spesial sih hari ini, cuma Mentari datang ke rumah, terus kita poto2. Hoho.. Bukan kita sih, dia yang poto- poto, saya pengatur gayanya. Cut (panggilan akrabnya Mentari) sampe sering geleng kepala nurutin apa mau saya. :lol:

Pertamanya kita bikin beberapa origami, mulai dari bangau sampai kapal- kapalan. Terus di foto dekat kolam. :D Ini nih beberapa fotonya..

5b4ab57c-02e8-41fb-ab0a-af5509945657wallpaper

Sudah eksplorasi dengan beragam gaya, Continue reading