230513

Sudah beberapa hari pola makan dan tidur saya berantakan. Saya mengaku puasa, tapi baru buka jam 8 malam. Hari ini terulang, malah sama sekali tidak buka. Saya kehilangan selera makan. Saya juga memaksa fisik saya berlebih, setrika, nyuci, nulis, baca, apapun. Kenapa? Karena ketika diam, entah  mengapa mata saya meleleh. Hahaha..

Bilangan Fu 530 halaman itu saya baca dalam 2 hari. Bukan pencapaian baru sih, Perahu Kertas 4xx halaman itu saya tamatkan dalam sehari semalam. Bedanya, Bilangan Fu itu saya baca untuk mengalihkan perhatian ketika mata saya tak bisa terpejam. Jadi itu memakan waktu istirahat saya. Biarlah.

Dan hari ini, separuh punggung saya kaku. Salah saya memang. Yaa.. Setidaknya ada pelarian sakit yang tampak, selain sakit yang saya rasa di dalam sini, Continue reading »

Protected: dua sisi

This post is password protected. To view it please enter your password below:

#11 menerbitkan senyuman (end)

Seri ke-11 ini akan menjadi penutup seri- seri sebelumnya. Inipun sudah selesai digarap lama dan entah mengapa masih malu- malu untuk dipublikasikan.

T : Tutus
Y : Kekasih

#54

Y : Loh? Iku tadi mantan pacarnya masku.
T : Iya? Kok tahu?
Y : Ya aku pernah kenalan dulu pas di rumah.
T : Owh.. Kok mbaknya gag tahu sampean?
Y : Ya lupa paling.
T : Bukanne sampean mirip sama masnya?
Y : Iya.. Tapi masku belah tengah.
T : Sampean?
Y : Belah pinggir.
T : Owhh..
Y : Masku ganteng.
T : Hmm. Sampean?
Y : Aku? (mengambil nafas) Continue reading »

#4 is it called breakup?

Aku lelah menjadi antagonis dalam ceritamu. Juga lelah menjadikammu objek serupa dalam kisahku.

Aku lelah harus memerah air mata hanya supaya kau dengar.

Dan lelah jika harus marah supaya kau tahu aku terluka.

Aku bukan klon dirimu yang ksatria, santai, dan bijaksana dalam sangkar betina. Bukan. Dan jangan paksa aku demikian.

Aku lelah dan ingin menyudahi semuanya.

Bisakah? Bisakah perpisahan ini bukan sepihak?

berantakan

Belakangan hidup saya sedikit berantakan, seperti kamar ini. Acak- acakan.

Maling yang kemarin mengintip kos saya meninggalkan trauma yang cukup menyiksa. Saya susah memejamkan mata di kamar sendiri. Sekalinya tidur, saat terbangun selalu bukan bangun yang indah, saya kaget dan jantung sudah berdetak tak karuan. Kalau sudah begini, kepala berdenyut, sakit.

Semalam, lagi, saya tidak bisa tidur. Sudah memaksa mata agar lelah, saya baca buku Si Parasit Lajang 195 halaman tamat, ditambah Bilangan Fu 130 halaman! Eh.. Sudah adzan subuh. Yah.. Sudahlah ya. Saya semakin mantap untuk pindah kos.

Satu lagi yang menambah hari semakin berantakan adalah Continue reading »

#3 is it called breakup?

Aku mengeluhkan padamu banyak hal hari ini. Mungkin untuk yang terakhir kali. Selanjutnya, tidak akan ada lagi sms-ku di tengah malam yang mengabarkan betapa aku tersiksa bahwa tidak dapat memejamkan mata karena lapar. Tidak akan ada lagi aku yang mengeluh tidak enak badan karena sedari pagi belum makan. Itu salahku.

Duniamu sedang menuntutmu untuk memilih banyak hal. Desakan pekerjaan, cita- cita, kebutuhan, juga hal lain meminta untuk diprioritaskan. Aku memilih mundur dari daftar antrian.

Mungkin kita bukan lagi dua orang yang dimabuk cinta. Kita bersama sekedar untuk menebus hutang perasaan, hutang waktu, hutang kebahagiaan, hutang materi, hutang perhatian, dan entah hutang apa lagi. Dan semakin menyadari bahwa kita tidak benar- benar bahagia dalam hubungan ini.

Aku (mungkin juga kamu) sudah lelah. Merasa saling mengorbankan banyak hal dan mengutuk cinta karena terasa demikian pahitnya.

Kamu tahu jika perpisahan benar- benar terjadi, apa yang paling ku takutkan? Mengenangmu! Aku mengabadikanmu pada semua tulisanku, menyimpan tiket bioskop, gambar, foto, dan semua tanda kita pernah bahagia bersama. Kamu? Continue reading »